Thursday, November 17, 2011

Negosiasi Bisnis dalam Persaingan Global


Negosiasi merupakan suatu proses dan terkadang akan melahirkan “perang urat syaraf” yang kadang berakhir pada kekalahan semua pihak. Karena itu, kesantunan dalam berkata-kata, perhatian yang diberikan pada pihak lain, dan sikap baik yang ditunjukkan kadang akan “melunturkan” suasana sehingga negosiasi lebih mudah dilaksanakan. Negosiasi merupakan suatu hal yang pokok dan terpenting dalam bisnis untuk melalkukan rencana pengembangan dengan mitra bisnis. Jika kita telusuri pengertian Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan cara berunding untuk mencapai kesepakatan kedua belah pihak. Dalam negosiasi, kita dituntut untuk memahami medan mitra bisnis kita. Dengan begitu, kita bisa melihat banyak peluang. Ada dua hal penting yang perlu kita kuasai saat negosiasi. Pertama, menguasai materi dan mengenal partner yang akan diajak negosiasi. Kedua, mengendalikan emosi. Negosiasi ada macam-macam jenisnya. Antara lain negosiasi bisnis (jual beli) antara dua pihak yang ingin melakukan kerjasama bisnis seperti contoh diatas. Kemudian lainnya negosiasi pihak manajemen dengan pekerja, negosiasi politik hingga negosiasi sehari-hari.
Negosiasi bisnis berbeda dengan jenis negosiasi lainnya. Dalam suatu negosiasi bisnis, setiap pihak yang terlibat berusaha untuk menemukan suatu win-win solution. Dalam win-win solution, kedua pihak sama-sama mencari solusi yang dapat memuaskan bagi kedua belah pihak.
Negosiasi bisnis adalah untuk memastikan bahwa di akhir negosiasi, baik Anda dan orang-orang, yang bernegosiasi dengan Anda, akan merasa seperti pemenang. Ini berarti bahwa beberapa istilah yang dibahas akan memiliki manfaat bagi kedua belah pihak. Selanjutnya, pastikan bahwa anda akan benar dan jujur selama negosiasi, karena cara ini Anda bisa mendapatkan pekerjaan lebih banyak dengan orang-orang yang sedang bernegosiasi dengan.


Untuk suatu negosiasi bisnis, dapat melibatkan pula pihak ketiga baik langsung maupun tidak langsung. Hal yang terpenting adalah, dalam negosiasi bisnis kita harus mengetahui pihak mana yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Sehingga kita tidak melakukan langkah yang salah dalam negosiasi. Jangan sampai kita sudah melakukan negosiasi panjang, ternyata pihak lawan bukanlah key person yang berpengaruh dalam isu tersebut. Didalam negosiasi bisnis ini selain berorientasi pada transaksi bisnis, juga memperhatikan orientasi hubungan antara kedua belah pihak. Kedua pihak saling berusaha untuk memahami dan bekerjasama untuk memperoleh solusi yang memuaskan. Tuntutan dalam persaingan global sangat berarti dalam negosiasi bisnis, tentunya dengan concept yang kita gunakan win-win solution akan mengambilkan suatu hasil yang berarti dengan mitra bisnis kita. Dalam era persaingan global, negosiasi bisnis sangat penting dilakukan dengan trik dan cara yang berbeda untuk mengetahui rekan bisnis kita.

Menurut sumber penulis Cepiar bahwa ada beberapa hal penting yang diperhatikan dalam negosiasi dengan mitra bisnis: 1. Pisahkan pokok masalah yang dinegosiasikan dengan lawan. Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedang berjalan. Tak heran perusahaan-perusaha an besar biasanya mempunyai tim negosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian berlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah terjadi konflik pribadi dengan proses negosiasi. 2. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi. Apa hasil akhir yang kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah, apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau menang sendiri. 3. Berikan alternatif win-win solution pada lawan. Selalu fleksibel selama negosiasi agar terhindar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa solusi alternatif yang diprediksi bisa menciptakan kondisi saling menguntungkan bagi lawan. 4. Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele. Hindari faktor-faktor yang bisa melelahkan lawan seperti proses negosiasi yang terlalu lama, tempat negosiasi yang tidak kondusif, dll. Karena faktor-faktor tersebut cenderung membuat lawan jadi emosional dan berbalik menekan kita. 5. Riset, riset dan riset. Hal terpenting dalam negosiasi sering berkaitan dengan etika dan budaya. Negosiator ulung selalu melakukan riset untuk mengetahui karakter lawannya. Apa latar belakangnya, kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf, kapal pesiar atau restoran. Jadi dalam hal ini negosiator selalu dituntut untuk selalu tahu kapan sebaiknya memberi dan kapan harus menerima, juga peka melihat situasi dan suasana kapan untuk menekan lawan bicaranya. Inilah hal hal yang perlu kita perhatikan dalam negosiasi baik dengan mitra lokal maupun International dalam persaingan global. (sources: Berbagai sumber terkait, data diolah Frans Hero K. Purba)

Business Negotiation Agreements in the Global Competition

Negotiations sometimes will give birth to "psychological warfare" that sometimes ended in the defeat of all parties. Therefore, modesty in words, the attention given to other parties, and the attitude shown both sometimes will "fade" atmosphere so that the negotiation is more easily implemented. Negotiation is a fundamental and most important thing in business for melalkukan development plan with business partners. If we trace the notion Negotiation is a bargaining process in a way to negotiate to reach an agreement both parties. In negotiations, we are required to understand the field of our business partners. That way, we can see many opportunities. There are two important things that we need to control when negotiating. First, master the material and get to know partners who will be invited to negotiations. Second, controlling the emotion. Negotiations there are various types. Among others, the negotiation of business (buying and selling) between two parties who want to do business cooperation as example above. Other then the management negotiating with unions, political negotiations until negotiations everyday. Business negotiations with different types of other negotiations. In a business negotiation, each party involved in trying to find a win-win solution. In a win-win situation, both parties are equally looking for solutions that can be satisfying for both parties. Negotiation of business is to ensure that at the end of negotiations, both you and the people who negotiate with you, will feel like a winner. This means that some of the terms discussed will have benefits for both parties. Next, make sure that you will be truthful and honest during the negotiations, because this way you can get more work with people who are negotiating with. For a business negotiation, it can also involve a third party either directly or indirectly. The most important thing is, in business negotiations we need to know which party is most influential in the decision-making. So we do not do a wrong step in the negotiations. Do not let us have done a long negotiation, was the opponent is not the key person of influence in the issue. In business negotiations is in addition to transaction-oriented businesses, also pay attention to the orientation relationship between the two sides. Both sides seek to understand each other and work together to obtain a satisfactory solution. The demands of global competition means a lot in business negotiations, of course with the concept that we use a win-win solution to get a meaningful result with our business partners. In an era of global competition, business negotiation is very important to do with tricks and different ways of knowing our business associates. According to sources the author Cepiar that there are some important things to consider in negotiations with business partners: 1. Separate principal who negotiated with the opposite problem. Do not let personal problems that hinder the negotiation process is running. No wonder large companies were typically have a negotiation team consisting of several people with expertise in layers. That way, it will never happen personal conflict with the negotiation process. 2. Always refer to the main purpose of the negotiations. What outcomes do we want in this negotiation? Not a matter of winning or losing, let alone to knockdown. So, keep cool and never provoked by emotion or ego bossy. 3. Give a win-win alternative to the opponent. Always flexible during negotiations to avoid a stalemate. Prepare several alternative solutions are predicted to create mutually beneficial conditions for the opponent. 4. Complete the process of negotiation with the quick and straightforward. Avoid factors that can be tiring opponent like that is too long negotiation process, where negotiations are not conducive, etc.. Because of these factors tend to make the opponent became emotional and turned to pressure us. 5. Research, research, and research. The most important thing in negotiations is often related to ethics and culture. Negotiator always does research to know the character of his opponent. What is his background, habits, hobbies, likes, etc.. Proved that most of the major contracts won by businesses rather than on the conference table, but on the golf course, yacht or restaurant. So in this case the negotiators are always required to always know when to give and when to accept, is also sensitive look at the situation and atmosphere when to push his interlocutor. These are things we need to consider in negotiations with local and international partners in global competition.

Monday, November 14, 2011

Peluang Ekspor Komoditi Pertanian : Kopi Arabica Bajawa, Flores untuk Orientasi Pasar Ekspor


Kopi Indonesia memiliki cita rasa khas yang tidak dimiliki oleh negara lain, meskipun volume ekspor kopi Indonesia berada di urutan ke-4 setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia, masih banyak peluang untuk meningkatkannya, karena tidak ada negara yang memiliki varian produk unggulan sebanyak negeri ini. Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor kopi naik 27,9% dari US$ 113,2 juta menjadi US$ 282,2 juta pada kuartal I 2011 dibanding periode yang sama di 2010.Semua berawal pada tahun 1696, ketika untuk kali pertama kopi berjenis Arabika. Salah satu propinsi di Indonesia yakni, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Khususnya Kabupaten Ngada dan dan Kab. Manggarai dan Manggarai Timur memiliki potensi wilayah yang besar dalam pengembangan agribisnis dan ketahanan pangan terutama untuk komoditi tanaman perkebunan. Kabupaten Ngada dan Kab. Manggarai serta Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur yang terdapat di Kepulauan Flores merupakan salah satu daerah yang dikunjungi pada kesempatan ini dimana Komoditi unggulan seperti Kopi Bajawa Flores dan Manggarai merupakan Kopi Specialty Indonesia serta pelaku usaha kopi yang ingin bermitra dengan pelaku usaha agribisnis kopi Indonesia khususnya dalam menjalin pengembangan pangsa ekspor Indonesia ke wilayah Asia, Eropa dan Amerika. Unit Usaha Kopi pengolahan Hasil (UPH) di Bajawa, Kab. Ngada telah menunjukkan hasil yang signifikan dari binaan UPH oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Kabupaten Ngada. Pada tanggal 13 Juli 2009 yang lalu Direktur Coffee Amerika Serikat, Nicholous Fullmer dengan eksportir asal Indonesia PT. Indokom Citra Persada, melakukan kemitraan dalam pengembangan pangsa pasar ekspor kopi Bajawa Flores ke Amerika.


Pada kesempatan ini perlu dilakukan dan pembentukan suatu Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis untuk memproteksi dan mempromosikan suatu hak paten dari wilayah tertentu. Pata tanggal 26 Mei 2009 yang lalu telah dirancang dalam pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Kabupaten Ngada dari 12 UPH Kopi Arabica. Adapun beberapa UPH aktif yang merupaka unggulan untuk pengembangan Kopi Arabica Bajawa Flores: UPH Wongo Wali, UPH Lobo Wutu di Wawohae, UPH Famasa di Beiwali, UPH Papataki di Langa, UPH Sukamaju di Ubedomulo. Untuk areal Kopi Arabica di Bajawa dengan luas kurang lebih 6000 Ha. Tahun 2009 yang lalu sebanyak 50 Ton Arabica Bajawa Flores di kirim ke Amerika. Dan 12 Unit UPH ini memproduksi 150 ton/ tahun. Arabica Bajawa Higland original dari Flores pada tahun 2008 dengan harga ekspor kopi yakni Rp. 26.600,/kg. Harga ekspor tersebut dihitung biaya antara lain:

1. Harga Gelondongan
2. Biaya Operasional
3. Tenaga Kerja
4. Bunga Bank
5. Surat Ketereangan Asal Barang (SKAB)
6. Penguatan Kelompok.

Untuk Kabupaten Manggarai, UPH Pocoranaka merupakan UPH percontohan demikian juga UPH Wela Waso, Kelurahan Waso, Kec. Langke Lembong dan UPH Kopi Lo’o poco, desa Cumbi, Kec. Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan luas Hektaran kurang lebih 12.000 Ha. Untuk daerah Kabupaten Manggarai Produksi per tahun 486 Ton dari UPH Lleda, P. Ranaka, Borong, K.Komba, Elar, S. Rampas.Dalam hal ini Indikasi Geografis akan membantu Kelompok Tani, Pelaku Usaha adalah nama suatu daerah atau kekhasan lokal tertentu, dan mencirikan suatu produk yang dihasilkan dari daerah tersebut atau kekhasan lokal tertentu.Dengan adanya IG dapat memberikan nilai tambah dan memberikan perlindungan terhadap hal-hal yang telah diadopsi oleh para produsen dalam hal persyaratan yang diperlukan dan pendekatan yang telah ditentukan. Mereka dapat memberikan informasi yang lebih rinci kepada para konsumen mengenai hal ihwal asal dan mutu produk (tempat, proses, pelaksanaan verifikasi, dll). Untuk pasar global sekarang ini peran perlindungan Indikasi Geografis (IG) dirasa begitu penting, dimana masyarakat produser lokal membutuhkan perlindungan hukum terhadap nama asal produk agar tidak dipergunakan oleh pihak lain untuk melakukan persaingan curang, selain itu Indikasi Geografis memegang peranan penting dalam memberikan daya tarik kepada para konsumen nasional maupun Internasional. Mereka menjamin bahwa produk dapat dirunut asal muasalnya (traceability). Kegiatan pengembangan industri kopi dengan latar indikasi geografis sangat bermanfaat bagi kelompok tani di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai untuk mempatenkan produk suatu daerah yang nantinya juga sangat bermanfaat dalam suatu brand image suatu daerah. Petani masih membutuhkan bantuan untuk mesin pengolahan kopi dan bantuan penguatan modal. Petani juga perlu informasi untuk harga pasaran kopi domestik dan luar negeri tentunya untuk menjaga kestabilan harga dipasaran serta juga untuk lebih meningkatkan mutu kopi olahan yang dihasilkan. Salah satu perusahan lokal yakni PT. Indokom Citra Persada memberikan suatu langkah sukses dalam pengembangan pasar ekspor produksi Kopi Arabica Bajawa Flores. Diharapkan juga kopi daerah ini dapat dikembangkan terus dengan kerjasama diberbagai pihak didalam pengembangannya. Dan dianjurkan kerjasama instasi setempat terus membina petani / kelompok tani tersebut dimasa-masa yang akan datang dan memanfaatkan semaksimal mungkin demi kesejahteraan petani kopi. (Berbagai sumber terkait, data didaerah Kab. Ngada, data diolah F. Hero K. Purba)

Tuesday, November 8, 2011

Potensi Pengembangan Ekspor Indonesia menuju Pasar Syria


Perdagangan Indonesia- Suriah/ Syria sempat menurun dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2008 perdagangan bilateral mencapai US$100,2 juta, namun turun menjadi US$91,57 juta pada 2009 dan turun lagi ke US$75,97 juta pada 2010. Sementara itu, investasi Suriah di Indonesia pada periode 1990-2010 mencapai US$335 ribu terutama di industri migas. Sebaliknya Indonesia juga berinvestasi pada berbagai bidang bisnis termasuk industri bahan makanan, pengelolaan air bersih dan eksplorasi minyak di Syria.Potensi untuk pasar negara Syria merupakan gateway masuk untuk perdagangan di daerah Arab. Sebagai contoh Pasar Syria mulai mencuat sebagai pembeli potensial tepung kelapa, menyusul permintaan pembeli negara tersebut pada pekan ketiga Agustus 2011 sebanyak 25 ton dengan devisa sebanyak 126.449 dolar AS. Syria merupakan pasar potensial untuk komoditi karet , tekstil, kayu dan produk olahannya, seperti furniture dan kayu lapis, ikan tuna, minyak nabati, , kertas dan produk-produk kaca (glassware) sangat diminati. Pakaian jadi, sepatu, ikan dan udang kaleng serta buah-buahan, kopi dan teh, juga punya peluang pasar cukup besar untuk dimasuki. Selain itu pada event pameran The 37th International Flower Exhibition 2010, Damascus pada tanggal 23 Juni – 3 Juli 2010 berlangsung sukses diikuti beberapa Negara. Jumlah penduduk Suriah pada tahun 2007 sekitar 19,75 juta orang, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,3%, utamanya ditopang dari hasil eksplorasi minyak bumi dan gas alam serta produk pertanian. Produksi minyak dan gas alam ini telah memberikan kontribusi sebesar 65% dari nilai ekspor Suriah. Disamping itu, produksi pengolahan lahan pertanian, mengalami kenaikan sebesar 50% dibandingkan tahun 1970. Sumbangan sektor ini sebesar 20% pada GDP dan menyerap 30% angkatan kerja serta menciptakan swasembada pangan secara nasional. Disamping produk sektor pertanian yang meliputi gandum, kapas, kentang, dan buah

Berdasarkan data untuk total volume perdagangan Indonesia – Syria tahun 2007 mencapai US$.79,9 juta dengan surplus di pihak Indonesia, yang terdiri dari dari ekspor Indonesia sebesar US$.79,4 juta dan impornya dari Syria sebesar US$.489.200 Komoditi ekspor non migas Indonesia terpenting ke Suriah antara lain produk ban dan asesori kendaraan, kakao, karet, kertas, palm oil, dan kayu lapis. Sedangkan impor Indonesia dari Suriah meliputi kapas, produk pertanian dan buah-buahan. Sedangkan untuk Total perdagangan Syria tahun 2008 mencapai USD29,94 miliar, dengan nilai ekspor USD13,97 miliar dan nilai impor USD15,97 miliar. Ekspor Indonesia ke Syria cenderung meningkat antara tahun 2004-2009. Total ekspor Indonesia tahun 2008 mencapai USD98,8 juta. Nilai ekspor ini meningkat sebesar 19,5% dari tahun 2007 senilai USD79,5 juta. Selama periode Januari-Oktober 2009 ekspor Indonesia ke Syria mencapai USD78,2 juta.

Arus kunjungan bisnis pengusaha Syria ke Indonesia mengalami kenaikan 50%, baik dalam rangka transaksi dagang maupun menghadiri pameran untuk products sourcing dan pengembangan hubungan dagang. Pelaku usaha Syria berupaya memanfaatkan hubungan bisnis dan perdagangan dengan negara-negara Asia, termasuk negara Indonesia. Pada tahun 2010 ini pemerintah Syria melalui KBRI Damascus, mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan pameran The 37th International Flower Exhibition 2010, Damascus, Syria. Kesempatan dan peluang ini merupakan suatu nich market untuk ekspansi pangsa ekspor berbagai komoditi dalam peningkatan nilai ekspor Indonesia (Sumber KBRI Syria, data BPS, data diolah F. Hero K. Purba)

Thursday, November 3, 2011

Analisa Perkembangan Pasar Modal dan keuangan dunia dalam gejolak Ekonomi


Kepanikan di pasar finansial soal potensi resesi telah membuat konsumen dan pebisnis menghemat pengeluaran. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi AS dan Eropa akan kembali anjlok setelah tertimpa resesi pada 2008 dan 2011. Pemerintahan juga mendapatkan tekanan dari pasar dan dari sisi politik untuk mengurangi pengeluaran. Pada saat keuangan negara tertimpa utang, pemerintah sulit menangkal krisis dengan menggelontorkan dana sebagai stimulus ekonomi. Bursa Pasar pasar dan pelaku bisnis sudah mengantisipasi kemungkinan tersebut sejak awal tahun ini. kalangan lintas sektoral tinggal menunggu waktu, apakah resesi benar terbukti atau hanya paranoid ekonomi di tengah krisis kebijakan.

Indeks FTSE CNBC Asia 100 turun 1,2 persen. Volume pasar lebih kecil dari biasanya, dengan pasar Jepang tutup untuk hari libur umum. Saham seoul anjlok, tertekan oleh penurunan tajam saham teknologi, termasuk LG Electronics, di tengah ketidakpastian zona euro yang terus-menerus. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 1,2 persen ke 1.874,7. Saham Australia juga melemah setelah menguat kemarin akibat penurunan saham Australia and New Zealand Banking Group. ANZ turun 1,2 persen setelah melaporkan kenaikan 4 persen pada laba pada Semester 2-2011 yang sedikit di bawah perkiraan. Namun keuntungan dalam saham tambang membantu untuk membatasi kerugian yang lebih luas, dengan BHP Billiton naik 0,3 persen. Acuan S & P / ASX 200 Index turun 0,7 persen menjadi 4.155,7.

Acuan indeks Selandia Baru NZX 50 naik 0,1 persen ke 3.310,7. Tingkat pengangguran Selandia Baru naik pada kuartal 3-2011. Saham Hong Kong jatuh karena kekhawatiran atas krisis utang Eropa. Indeks Hang Seng turun 1,6 persen menjadi 19.425,4. Untuk China daratan, Shanghai Composite Index naik 0,4 persen menjadi 2.514,3. Di Asia Tenggara, IMS Singapura dan KLCI Malaysia keduanya jatuh masing-masing 1,4 dan 0,4 persen.

Era globalisasi, kelesuan ekonomi di satu lokasi pasti merembet pengaruhnya ke lokasi lain. Ini karena dunia terkait kegiatan ekspor-impor, penyaluran kredit, dan seliweran investasi. Dengan kelesuan ekonomi, aktivitas ekspor-impor berkurang, penyaluran kredit tersendat, dan arus investasi pun berkurang. Dalam keadaan ekonomi lesu, jika ditambah dengan pengurangan pengeluaran pemerintah, hal itu semakin cepat menjerembabkan perekonomian ke dalam resesi. Jadi bagaimana dengan kondisi sulit bagi AS dan Eropa menemukan solusi mencegah resesi dengan kekuatan sendiri. Selain tertimbun utang, Trans-Atlantik menghadapi masalah produktivitas dengan penduduk yang semakin menua. Pada Trans-Atlantik akan sulit menemukan jalan keluar dari resesi. Namun, jika masih bisa diingat, sebenarnya pada dekade 1980-an dan 1990, fenomena kelesuan AS sudah muncul. Hal ini tidak membuat ekonomi AS bangkrut. Denga adanya tsunami pasar modal ataupun pasar keuangan, maka analis berpendapat bahwa menyebarnya krisis Yunani ke sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Irlandia, Portugal dan Spanyol, menunjukkan bahwa negosiasi internasional yang terjadi selama ini tidak memberikan hasil apapun. Bahkan, negara-negara seperti Italia justru belakangan ikut terseret ke dalam jurang krisis. Posisi Eropa saat ini semakin sulit dengan kondisi perekonomian Amerika yang juga tak kunjung pulih, jika Amerika melancarkan stimulus ketiganya, maka ekspor Eropa akan terganggu dan berpotensi membuat situasi fiskal semakin sulit bagi negara-negara Zona Eropa. (Berbagai sumber terkait, data diolah F. Hero K. Purba)

Tuesday, November 1, 2011

Persaingan Pasar Asia dalam Kerjasama ASEAN-China Bagi Indonesia


Pasar ASEAN yang memiliki empat karakteristik utama, yaitu pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi berdaya saing tinggi, kawasan pengembangan ekonomi yang merata, dan kawasan yang secara penuh terintegrasi ke dalam perekonomian global. ASEAN-Cina sudah pasti menimbulkan dampak sangat negatif. Persaingan pasar Asia yang berakibat memberikan imbas, tetapi hal ini harus dikaji ulang lebih baik lagi hal-hal yang mengakibatkan :Pertama: Dengan serbuan produk asing terutama dari Cina dapat mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, yang disebut dengan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Perjanjian ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2002. Padahal sebelum tahun 2009 saja Indonesia telah mengalami proses deindustrialisasi (penurunan industri). Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, peran industri pengolahan mengalami penurunan dari 28,1% pada 2004 menjadi 27,9% pada 2008. Diproyeksikan 5 tahun ke depan penanaman modal di sektor industri pengolahan mengalami penurunan US$ 5 miliar yang sebagian besar dipicu oleh penutupan sentra-sentra usaha strategis IKM (industri kecil menegah). Jumlah IKM yang terdaftar pada Kementrian Perindustrian tahun 2008 mencapai 16.806 dengan skala modal Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar. Dari jumlah tersebut, 85% di antaranya akan mengalami kesulitan dalam menghadapi persaingan dengan produk dari Cina (Bisnis Indonesia, 9/1/2010).

Pengaruh makro ekonomi dapat dijelaskan sebagai berikut FTA menghasilkan permintaan untuk eksport China karena penurunan tarif oleh ASEAN, dan persaingan dari produk China di pasar dunia.

Kedua: pasar dalam negeri yang diserbu produk asing dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di berbagai sektor ekonomi menjadi importir atau pedagang saja. Sebagai contoh, harga tekstil dan produk tekstik (TPT) Cina lebih murah antara 15% hingga 25%. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat Usman, selisih 5% saja sudah membuat industri lokal kelabakan, apalagi perbedaannya besar (Bisnis Indonesia, 9/1/2010). Hal yang sangat memungkinkan bagi pengusaha lokal untuk bertahan hidup adalah bersikap pragmatis, yakni dengan banting setir dari produsen tekstil menjadi importir tekstil Cina atau setidaknya pedagang tekstil. Sederhananya, "Buat apa memproduksi tekstil bila kalah bersaing? Lebih baik impor saja, murah dan tidak perlu repot-repot jika diproduksi sendiri."

Gejala inilah yang mulai tampak sejak awal tahun 2010. Misal, para pedagang jamu sangat senang dengan membanjirnya produk jamu Cina secara legal yang harganya murah dan dianggap lebih manjur dibandingkan dengan jamu lokal. Akibatnya, produsen jamu lokal terancam gulung tikar.

Ketiga: karakter perekomian dalam negeri akan semakin tidak mandiri dan lemah. Segalanya bergantung pada asing. Bahkan produk "tetek bengek" seperti jarum saja harus diimpor. Jika banyak sektor ekonomi bergantung pada impor, sedangkan sektor-sektor vital ekonomi dalam negeri juga sudah dirambah dan dikuasai asing, maka apalagi yang bisa diharapkan dari kekuatan ekonomi Indonesia?

Keempat: jika di dalam negeri saja kalah bersaing, bagaimana mungkin produk-produk Indonesia memiliki kemampuan hebat bersaing di pasar ASEAN dan Cina? Data menunjukkan bahwa tren pertumbuhan ekspor non-migas Indonesia ke Cina sejak 2004 hingga 2008 hanya 24,95%, sedangkan tren pertumbuhan ekspor Cina ke Indonesia mencapai 35,09%. Kalaupun ekspor Indonesia bisa digenjot, yang sangat mungkin berkembang adalah ekspor bahan mentah, bukannya hasil olahan yang memiliki nilai tambah seperti ekspor hasil industri. Pola ini malah sangat digemari oleh Cina yang memang sedang "haus" bahan mentah dan sumber energi untuk menggerakkan ekonominya.

Kelima: peranan produksi terutama sektor industri manufaktur dan IKM dalam pasar nasional akan terpangkas dan digantikan impor. Dampaknya, ketersediaan lapangan kerja semakin menurun. Padahal setiap tahun angkatan kerja baru bertambah lebih dari 2 juta orang, sementara pada periode Agustus 2009 saja jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,96 juta orang. Keuntungan utama dari China ASEAN FTA adalah meningkatnya akses pasar bagi ASEAN ke pasar China yang sangat besar. Ekspor ASEAN tentunya akan meningkat, permintaan faktor input seperti beras, gula, minyak sayur dan tekstil sangat dibutuhkan oleh China yang lebih banyak memproduksi barang jadi. Persaingan Pasar bukan hal yang baru yang berlaku antar Negara, tetapi persaingan dagang juga terjadi antara satu pengusaha dengan pengusaha satu Negara, bahkan sampai ketingkat pasar tradisional, hal ini merupakan tantantagan untuk menjaga kualitas mutu suatu produk dari suatu Negara dan tingkat daya beli konsumen. (Berbagai sumber terkait, Media, data diolah, F. Hero K. Purba)