Wednesday, May 16, 2018

Potensi Bisnis Daun Kelor (Moringa) dan Pemanfaatannya




Potensi daun kelor dan buah polongnya dimakan sebagai sayuran, sedangkan akar dan bijinya diekstrak untuk dijadikan minyak kelor.  Pada saat ini untuk harga tepung Daun kelor (moringa) dapat dihargai dengan harga Rp.250.0000 per kg untuk bahan baku olehan seperti teh, kapsul herbal dan aneka jenis makanan. Serbuk Daun Kelorina adalah  suplemen alami, sumber antioksidan alami, asam amino essensial, multivitamin dan mineral, serta sumber asupan nutrisi tinggi alami lainnya bagi tubuh. Secara enpiris maupun hasil penelitian ilmiah, serbuk daun Kelor juga terbukti berhasil mengatasi malnutrisi/gizi buruk, berkhasiat obat untuk beragam penyakit degeneratif, digunakan sebagai anti kanker, anti tumor, anti diabetes, anti hipertensi, peluruh lemak jahat kolesterol, detoksifikasi, tonic penguat jantung, bahkan direkomendasikan untuk pengidap HIV/AIDS. Serbuk Daun Kelor ini memiliki kehalusan 500 mesh. Banyak hasil studi telah melaporkan berbagai manfaat dari daun kelor, dan berbagai negara telah memanfaatkannya. (sources data: media terkait, data diolah FheroKP). Untuk menggunakannya juga terdapat berbagai cara, sesuai dengan kebutuhannya dalam pengobatan. Adapun manfaat potensi daun kelor  yaitu: Mengobati Penyakit Hati atau Liver,  Mencegah Obesitas, Mengobati Penyakit Jantung,  Mencegah Diabetes, Meredakan Nyeri Rematik, Meningkatkan Imunitas Tubuh, Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Merangsang Produksi ASI, Menyembukan Penyakit Batu Ginjal, Mencegah dan Mengobati Kanker, Mengatasi Penyakit Anemia, Menurunkan Gejala Penyakit Autoimun, Menjaga Kesehatan Mata, Menurunkan Kadar Kolesterol, Menstabilkan Mood dan Meningkatkan kerja Otak, Mengatasi Alergi, Mengobati Berbagai Penyakit Kulit, Mengobati Penyakit Kuning, Mencegah Penuaan Kulit, Menutrisi Rambut, Minyak Ben dari Daun Kelor, Menurunkan Demam,Menghilangkan Flek Wajah, Menghilangkan Jerawat dan Komedo, Mencegah Ketombe dan Rambut Bercabang, Memelihara Kesehatan Rambut, Dijadikan Masker Wajah, Meningkatkan Fungsi Ekskresi Tubuh, Anti Bakteri dan Anti Racun, Menambah Kebugaran. Jika peluang bisnis daun kelor ini dapat dikembangkan dan dukungan dari pemerintah dan daerah mau serius berkerjasama dengan pihak swasta, atau koperasi didaerah mau bergerak untuk membudidayakan pohon kelor sebagai komoditas ekspor, Indonesia bisa segera sejajar dengan negara penyuplai Teh Daun Kelor seperti Australia dan India dan juga olahan produk daun kelor lainnya.Potensi bisnis dan budidaya daun kelor memang sangat potensial dimana daun ini banyak dicari bagi orang yang membutuhnya dan menyadari pentingnya kesehatan. 

Wednesday, May 2, 2018

Kopi Arabica Doloksanggul Potensi dan Pengembangannya




Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa sangatlah cocok untuk budidaya tanaman kopi. Bangsa Indonesia terdiri atas banyak pulau sehingga membuat kopinya begitu kaya rasa dan aroma. Penggemar kopi Indonesia tidak hanya para orang tua tetapi juga disukai oleh kalangan usia muda, laki-laki maupun perempuan. Pengembangan Penanaman kopi di daerah ini dikelola oleh anggota keluarga atau sanak famili hingga proses penjualannya.
Salah satu potensi Kopi di Sumatera Utara untuk pengembangan kopi yang tersebar di Kecamatan Lintongnihuta, Doloksanggul, Paranginan, Pollung dan Onan Ganjang. Kopi Lintong Dolok Sanggul ini pada umumnya ditanam pada ketinggian 1400 meter dpl. Kopi arabika Lintong Dolok Sanggul ini berasal dari onan ganjang dan catimor diproses dengan metode basah.Setelah dikeringkan, green bean Lintong Dolok Sanggul beraroma floral atau bunga-bungaan. Dry aroma dari kopi ini sewaktu di roast di city plus adalah spicy sedikit herbal dan karamel, cukup unik dibandingkan dengan kopi Lintong lainnya yang pada umumnya lebih beraroma herbal. Aroma spices dan karamel kali ini lebih intenssaat disajikan sebagai milkbased drinks dan  jika diresapi lebih dalam akan muncul aroma sarsaparilla. Diantara berbagai varian kopi dari Sumatera Utara, adalah kopi arabika Dolok Sanggul. Sesuai namanya, kopi ini berasal dari Kecamatan Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kabupaten Humbang Hasundutan sudah lama menjadi sentra produsen kopi di Indonesia, bahkan sebelum mekar dari kabupaten induk Tapanuli Utara. Jenis tanaman arabika mulai dikembangkan sejak 1970-an dan terus berkembang hingga saat ini. "Perkebunan kopi bertebaran di punggung-punggung bukit, Dolok Sanggul berada di ketinggian 900 sampai 1.400 mdpl. Kopi arabika Dolok Sanggul menggambarkan karakter kopi Sumatera yang klasik menjadi sangat fokus dan jelas dari kopi Lintong. Dimulai dengan aroma tetes tebu manis, kelapa, dan wangi cedar (sejenis cemara), lebih banyak buah dan kualitas kaya aroma karamel muncul saat diseduh. 

Monday, April 23, 2018

Usaha Peternakan Bebek Potong dalam Pengembagan Bisnis



Usaha kuliner berbahan baku bebek semakin marak dan banyak yang mendirikan usaha rumah makan atau warung tenda yang menawarkan menu olahan berbahan daging bebek, membuat permintaan akan semakin banyak. bebek pedaging  semakin tinggi. Angka suplly untuk daging bebek dari peternak bebek pedaging masih jauh dari angka kebutuhan pasar akan daging bebek. Potensi  usaha yang dilakukan oleh resto beberapa restoran dan cafe yang langsung mengusung brandnya dengan nama bebek seperti Bebek Tepi Sawah, Bebek Goreng Haji Slamet Bukan, Bebek Biasa, Bebek Garang, , dan lainnya. Mereka menawarkan bebek sebagai menu utamanya, entah itu bebek goreng, bebek bakar sampai bebek penyet. Potensi peluang dalam bidang kuliner seperti Bebek Slamet, Resto yang menyajikan renyahnya dalam aneka kuliner Bebek Goreng dan aneka pilihan lainnya. Banyak rumah makan yang menyajikan makanan dengan bahan dasar bebek, dan ternyata sangat disukai oleh sebagian besar orang. Akibatnya saat ini harga kuliner yang berbahan dasar bebek menjadi lebih mahal jika dibandingkan dengan yang berbahan baku dasar ayam. Tentunya dalam hal ini usaha peternakan bebek pedaging /potong dan petelur yang dilakukan dengan sistem intensif dan terpadu, dikarenakan mahalnya harga pakan ternak bebek. Sistem peternakan bebek pedaging dan petelur sebagian besar dilakukan dengan cara tradisional dengan cara di’angon’ pada daerah daerah yang sedang mengalami panen padi, dimana tersedia sumber pakan gratis yang melimpah. Sayangnya masa panen padi ini terbatas, hanya sekitar 3 bulan. Untuk di luar masa panen para petani bebek akan mengurangi jumlah bebek yang di peliharanya. (Berbagai sumber artikel pemanfaatan bebek pedaging potong, artikel media, majalah, data diolah F. Hero K. Purba).
Peluang usaha dan potensi bebek potong sebenarnya pangsa pasar bebek bukan hanya pada telurnya saja,tetapi saat ini permintaan akan daging bebek potong juga semakin meningkat seiring dengan menjamurnya restoran dan warung makan yang menjual menu bebek potong sebagai menu khasnya.Tak ayal dengan keadaan seperti ini permintaan akan bebek potong juga ikut terangkat naik,apalagi daging bebek memiliki cita rasa yang unik dan khas. Pemeliharaan bebek potong, peternak sebaiknya memelihara bebek jantan. Kenapa? Hal ini dimaksudkan karena bebek jantan memiliki berbagai keunggulan dan keuntungan apabila ditinjau dari segi ekonomi. Harga bibit bebek jantan lebih murah dibanding dengan harga bibit bebek betina, lalu dari segi pemeliharaan pun pertumbuhan bebek jantan lebih baik daripada bebek betina sehingga dalam waktu yang relatif tidak lama antara 2-3 bulan berat badan bebek bisa mencapai tidak kurang dari 1,5 kg. Dalam hal ini adalah berat yang biasa dibutuhkan oleh konsumen. Selain berat juga dikarena pada umur yang muda menghasilkan daging yang lebih empuk, gurih dan nilai gizi yang lebih tinggi. Dalam hal peternakan bebek potong, untuk ramuan bebek yang berumur 20 hari, rata – rata peternak bebek potong menggunakan nasi aking, tepung bulu, dan pakan jadi (buatan pabrik) yang kemudian dicampur menjadi satu tentu saja dengan takaran yang sesuai. Dengan pakan tersebut, rata – rata peternak ketika waktu panen mampu menghasilkan bobot bebek yang sesuai dengan permintaan pasar.
Untuk resto dan kuliner permintaan terhadap daging bebek semakin meningkat, ini bisa kita lihat dengan semakin merebaknya restoran dan rumah makan yang secara khusus menawarkan sajian daging bebek, dengan aneka pilihan menu. Melihat potensi yang ada maka bisnis budidaya bebek potong dapat dijadikan pilihan didalam melakukan usaha. Bila kita melihat usaha kuliner bebek potong, selain dalam hal itu bebek juga punya aroma daging yang khas. Kebanyakan masalah saat mengolah bebek adalah timbulnya bau amis yang tidak bisa hilang sekalipun daging telah masak. Untuk mengurangi aroma anyir, daging bebek bisa direndam dalam larutan jeruk nipis atau cuka. Ketika memasaknya, campurkanlah bumbu penambah aroma seperti sereh, daun salam, daun jeruk, atau lengkuas. Bau amis bebek juga bisa dihilangkan dgn cara merebusnya bersama tumisan kunyit dan jahe.
Berdasarkan data bahwa di negeri China, Indonesia kalah jauh. Indonesia hanya memproduksi 25.800 ton. Dalam hal ini pun masih kalah dari Malaysia yang sudah memproduksi sebanyak 107.900 ton. Di bawah Indonesia adalah Bangladesh, dengan produksi sebanyak 23.000 ton. Sedangkan negara Asia lain seperti India, Korea Selatan, Myanmar, Thailand, dan Vietnam, secara berturut-turut memproduksi sebanyak 46.200 ton, 55.000 ton, 81.000 ton, 77.400 ton, dan 80.600 ton. Di Indonesia, umumnya warung-warung makan yang menyediakan menu utama bebek, dengan berat karkas 1 kg, yang biasanya lebih didominasi oleh bebek afkir. Sementara restoran-restoran bebek ternama yang ada di Indonesia menggunakan daging bebek yang sudah berkualitas, baik dari segi breed maupun dari aspek manajemen pemeliharaan sampai proses pemotongannya. Pada dasarnya peluang potensi pengembangan bebek potong ini sangat menjanjikan dan merupakan peluang usaha bagi peternak dengan pangsa pasar yang potensial.

Wednesday, April 18, 2018

Potensi Pengolahan Lontar dan Pengembangan Usaha

Pemanfaatan tanaman Lontar (Borassus flabellifer) cukup banyak mulai dipergunakan. Niranya dapat dibuat minuman segar dan makanan penyegar/pencuci mulut berkalori tinggi, cuka atau kecap, dan gula lontar/gula lempeng/gula semut. Buahnya untuk manisan atau buah kalengan, kue, selai dan obat kulit (dermatitis) dan daging buahnya untuk bahan dempul. Bunganya atau abu mayang untuk obat sakit lever, dan daunnya dapat dimanfaatkan untuk bahan kerajinan tanganBiji Lontar yang lunak ini kerap diperdagangkan di tepi jalan sebagai “buah siwalan” (nungu, bahasa Tamil). Biji siwalan ini dipotong kotak-kotak kecil untuk bahan campuran minuman es dawet siwalan yang biasa didapati dijual didaerah pesisir Jawa Timur, Paciran, Tuban.

Untuk daging buah yang tua, yang kekuningan dan berserat, dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu. Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran penganan atau kue-kue; atau untuk dibuat menjadi selai. (Sumber: Litbang Pertanian, data diolah FheroPurba). Dalam potensi dari nilai ekonominya cukup tinggi, tanaman lontar merupakan tanaman liar dan pemanfaatannya oleh masyarakat masih bersifat tradisional. Sampai saat ini belum ada upaya budidaya tanaman lontar sehingga populasnya cenderung menurun.
Pohon lontar banyak tumbuh di pulau Timor, Rote, Sabu dan Raijua. Perkembangannya sejak lama pohon lontar dijadikan salah satu sumber makanan dan minuman bagi masyarakat NTT, salah satu produk spesifik dari pohon lontar adalah Gula Air Sabu yg sangat terkenal. Lontar dapat beradaptasi di daerah kering dengan curah hujan 500-900 mm/tahun, namun dapat tumbuh juga di daerah dengan curah hujan sampai 5.000 mm/tahun. Luas areal pertanaman lontar mencapai 15.000 ha di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura dengan populasi 500.000 tanaman. Selain itu, perkebunan lontar terdapat di Nusa Tenggara Timur (Pulau Rote dan Sabu), Sulawesi, kepulauan Sunda Kecil, Maluku dan Papua, kDi Asia dan Afrika, lontar tumbuh baik pada tanah berpasir dan tanah yang kaya bahan organik yaitu pada tanah alluvial subur di tepi sungai. Untuk strategi dan pengembangannya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengembangan lontar untuk bioetanol adalah (1) masa pohon produktif nira yang sangat lama, sehingga kurang menarik untuk membudidayakan lontar, (2) secara turun–menurun, masyarakat telah memanfaatkan nira sebagai bahan baku minuman, dan (3) teknik budidaya lontar belum dikenal masyarakat. Diharapkan dimasa mendatang pengolahan tanaman lotar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Tuesday, April 17, 2018

Pertanian Organik di Era Global dan Tantangannya





Hidup sehat menjadi idaman setiap orang, sehat itu mahal. Demikian halnya untuk produk pertanian organik yang merupakan potensi untuk dikembangkan didalam waktu mendatang. Semakin banyak masyarakat di seluruh dunia yang peduli akan keberlangsungan ekosistem alam. Itu sebabnya gerakan back to nature gencar digalakkan di seluruh dunia untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan manusia itu sendiri. Untuk volume produk pertanian organik mencapai 5-7% dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Sebagian besar disuplay oleh negara-negara maju seperti Australia, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanian organik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti Jepang, Taiwan dan Korea. Pola hidup sehat mulai sangat penting diperhatikan terutama dari segi pangan organik untuk kesehatan sebagai pengembangan agribisnis. Konsumen akan memilih bahan pangan yang aman bagikesehatan dan ramah lingkungan, sehingga mendorong meningkatnya permintaan produk organik.Tentunya kita harus mengetahui apa sesungguhnya pertanian organik yakni adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat. (Berbagai sumber terkait, data diolah F Hero K. Purba).Luas lahan yang tersedia untuk pertanian organik di Indonesia sangat besar. Dari 75,5 juta ha lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian, baru sekitar 26,7 juta ha yang telah diolah untuk sawah dan perkebunan (BPS, 2016). Pertanian organik menuntut agar lahan yang digunakan tidak atau belum tercemar oleh bahan kimia dan mempunyai aksesibilitas yang baik. Kualitas dan luasan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lahan. Lahan yang belum tercemar adalah lahan yang belum diusahakan, tetapi secara umum lahan demikian kurang subur. Lahan yang subur umumnya telah diusahakan secara intensif dengan menggunakan bahan pupuk dan pestisida kimia. Menggunakan lahan seperti ini memerlukan masa konversi cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun.Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi antara lain:1) Belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik. 2) Perlu adanya investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia. 3) Belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut Dalam Budidaya organik pertaniannya menggunakan teknologi dan pengetahuan organik yang dikembangkan sendiri berdasarkan temuan-temuan kondisi di lapangan tanpa menggunakan bahan kimiawi, non benih transgenik/hibrida, non pupuk kimiawi NPK, non racun pestisida atau insektisida. Selain itu juga mengembangkan pola-pola SQ/EQ pertanian dan mengembangkan usaha-usaha pertanian organik yang tergabung dalam komunitas Organik Hijau. Selain memecahkan permasalahan budidaya konvensional di kalangan petani, bersama petani membangun langkah-langkah praktis untuk membangun daerahnya dengan cara efisien, menggunakan materi disekitarnya, memangkas ongkos produksi sekaligus meningkatkan hasil budidayanya.(Sources: organikhijau, other sources material).
Pengembangan strategi pertanian organik sebagai agribisnis perlu dilihat dari beberapa aspek untuk memungkinkan pengembangan dimasa yang akan datang. Budidaya pertanian organik ternyata tidak hanya mampu memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak. Model usaha mikro pertanian ini ternyata mampu mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi ketimbang budidaya anorganik. Hal ini perlu digiatkan dalam pembentuk kelembagaan petani organik dan system sertifikasi, sehingga dapat mampu bersaing di pasar global.


Friday, April 6, 2018

Pengembangan Daun Sirsak sebagai Fitofarmasi dan Pemanfaatannya



Potensi penggunaan Daun Sirsak sebagai bahan baku obat herbal dalam pengembangan Fitofarmasi. Sirsak (Annona muricata Linn) adalah tanaman yang mudah tumbuh di banyak tempat. Nama sirsak berasal dari bahasa Belanda yaitu Zuurzak yang berarti kantung yang asam (Thomas, A. N. S, 1992). Sirsak termasuk tanaman tahunan. Daun sirsak berbentuk bulat panjang dengan ujung lancip pendek. Daun tuanya berwarna hijau tua/coklat sedangkan daun mudanya berwarna hijau kekuningan. Daun sirsak tebal dan agak kaku dengan urat daun menyirip atau tegak pada urat daun utama. Daun sirsak terkadang menimbulkan bau yang tidak enak dicium (Vitrya et al., 2011). Daun sirsak untuk saat ini dikenal sebagai bahan alami. Ini disebabkan adanya beberapa senyawa yang terkandung di dalam daun sirsak. Dalam buah sirsak mengandung senyawa acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, anomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acid, muricapentocin yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain daun nya, Buah Sirsak sendiri juga mempunyai banyak sekali manfaat nya. Potensi dari manfaat daun sirsak juga banyak digunakan sebagai obat, zat yang terdapat pada intisari daun sirsak sangat efektif dalam memerangi dan menjadi bahan obat. Berikut ini berbagai manfaat daftar khasiat yang diberikan sirsak dalam efeknya sebagai obat:
1. Untuk Menghambat pertumbuhan bakteri
2. Membantu proses perawatan penyakit kanker
3. Untuk menghambat perkembangan virus
4. Membantu proses perawatan  tumor
5. Untuk Menghambat perkembangan parasit
6. Membantu Proses Perawatan malaria
7. Antileishmania
8. Zat yang dapat merelaksasikan otot polos
9. Antikonvulsan
10. Zat yang kerut / menciutkan selaput lendir
11. Zat yang menghambat mutasi gen
12. Zat yang dapat mengurangi rasa sakit / nyeri
13. Zat yang menekan peradangan
14. Zat yang menurunkan tekanan darah
15. Zat yang menurunkan kadar gula darah
16. Zat yang dapat menurunkan panas demam badan
17. Untuk memperkuat saraf / saraf tonik
18. Membantu proses perawatan penyakit jantung
19. Zat yang dapat meningkatkan produksi ASI
20. Zat yang memperkuat perut dan meningkatkan nafsu makan
22. Zat yang melebarkan pembuluh darah
23. Zat yang dapat membunuh cacing usus
Daun Sirsak yang memiliki banyak khasiat sudah banyak digunakan oleh Masyarakat. Menjadikan sesuatu yang bermanfaat dari daun sirsak tersebut yang dilakukan peneliti dan para ahli untuk dapat memanfaatkann secara maksimal mungkin. Kehidupan sehari hari kita memang belum begitu menyadari bagaimana hebatnya kasiat daun sirsak ini. (Sources data: Berbagai narasumber media dan data terkait diolah F. HeroK.Purba)

Wednesday, April 4, 2018

Potensi Bisnis Getah Pepaya (Papain) dalam usaha Pengembangan




Potensi pemanfaatan getah pepaya di Indonesia pemanfaatan sebagai pelunak daging sudah dikenal sejak dulu.  Enzim papain populer digunakan dalam pengolahan daging. Kandungan enzim yang satu ini mampu melunakkan daging (meet tenderizer) yang alot.Cara yang umum dilakukan adalah dengan membungkus daging tersebut beberapa saat dengan daun-daun pepaya yang telah dicacah. Setelah itu barulah daging dimasak. Saat ini enzim papain sebagai pelunak daging mudah dibeli di pasar, terutama di pasar swalayan. Cara pemakaian papain sangat mudah. Setelah ditusuk tusuk dengan garpu, daging ditaburi dengan tepung papain dan baru kemudian dimasak. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan merendam daging dalam larutan papain. Penusukan dengan garpu atau perendaman dimaksudkan agar papain dapat meresap ke dalam daging. Papain terdiri atas 212 asam amino yang distabilkan oleh 3 jembatan disulfida. Struktur 3 dimensinya terdiri atas 2 domain struktural yang berbeda dengan celah di antaranya. Celah itu mengandung tapak aktif, yang mengandung triade katalisis yang sudah disamakan dengan kimotripsin. Triade katalisisnya tersusun atas 3 asam amino - sistein-25 (yang diklasifikan dari sini), histidin-159, dan asparagin-158. Penggunaan papain pada daging akan menambah nikmat rasa daging. Daging akan menjadi empuk sehingga mudah dipotong, digigit, dan dikunyah. Selain itu daging akan mudah dicerna sehingga nilai gizi protein daging yang diserap tentunya akan meningkat. Untuk industri minuman dan makanan banyak yang menggunakan enzim papain. Diantaranya industri-industri pembuatan keju, pengembang kue, biskuit, dan roti. Industri makanan ternak menggunakan papain untuk menghasilkan konsentrat protein ikan. Industri farmasi menggunakan papain untuk pengobatan penderita gangguan saluran pencernaan, penderita dispepsia, dan gastritis.
Peluang usaha perdagangan dikenal dua jenis papain, yaitu papain kasar (crude papain) dan papain murni. Papain kasar adalah getah pepaya yang dikeringkan kemudian dihaluskan menjadi Getah pepaya yang merupakan bahan dari tepung kering ini terdiri dari empat macam enzim proteolitik yang saling berbeda sifat fisik dan katalisnya. Keempat enzim yang dimaksud adalah papain, chimospapain A, chimospapain B, dan ppain peptidase A. Oleh karena sifat chimospapain A dan chimospapain B agak mirip, maka keduanya dapat disebut sebagai chimospapain saja. Keempat jenis enzim proteolitik tersebut biasanya disebut papain kasar. Sifat enzimatis papain kasar ini sangat tinggi karena terdiri dari gabungan keempat enzim tersebut. Papain murni adalah hasil pemisahan pemurnian papain kasar menjadi keempat enzim proteolitik. Papain murni banyak digunakan dalam industri farmasi.
Pengolahan enzim papain adalah suatu usaha yang dapat dilakukan dengan skala besar dalam arti modal, tenaga, dan peralatan. Namun dapat juga berskala kecil dengan peralatan sederhana. Usaha ini akan semakin besar bila papain yang akan diproduksi adalah papain murni. Selain modal yang besar, juga diperlukan tenaga terampil yang memiliki kualifikasi dan peralatan canggih yang serba modern. Menurut Tropical Product Institute London, usaha agroindustri papain kasar baru menguntungkan bila diusahakan sedikitnya untuk 100 hektar tanaman pepaya. Pasar papain global disegmentasi oleh industri pengguna akhir dan berdasarkan wilayah. Dengan industri penggunaan akhir, pasar papain global adalah sub-segmentasi sebagai makanan & minuman, kosmetik, tekstil, farmasi, industri lain seperti deterjen, penyamakan kulit, optik, fotografi, dll. Di antara ini, segmen farmasi diharapkan dapat berkontribusi bagi hasil yang signifikan dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi selama periode perkiraan di pasar papain global. Segmen farmasi mengikuti segmen makanan & minuman dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi mengenai nilai dan volume di pasar papain global.
Berdasarkan industri pengguna akhir, pasar papain global disegmentasikan menjadi:Industri Makanan & Minuman, Industri Kosmetik, Industri Tekstil,Industri Farmasi,Industri Lain (deterjen, penyamakan kulit, optik, fotografi, dll.)Dalam Papain biasa digunakan untuk memecah serabut daging liat dan telah dimanfaatkan selama ribuan tahun oleh penduduk asli Amerika Selatan. Papain juga dimanfaatkan untuk mendisosiasikan sel dalam langkah pertama persiapan kultur sel. Selain itu ditemukan sebagai bahan baku beberapa pasta gigi atau gula-gula sebagai pemutih gigi. (sources: wikipedia, other data Litbang, data diolah FheroKPurba)