Friday, August 12, 2016

Pemanfaatan Buah Naga Potensi Usaha dan Pengembangan Produk Olahan



Pengembangan agribisnis Buah Naga mulai muncul di Indonesia pada tahun 2003. Buah naga yang berasal dari jenis tanaman rumpun kaltes ini berasal dari Israel, dan terus dikembangkan di Australia, Thailand dan Vietnam. Pasar lokal saat ini dibanjiri produk ekspor berdasarkan catatan dari eksportir buah di Indonesia, buah naga ini masuk ke tanah air mencapai antara 200 - 400 ton/tahun asal Thailand dan Vietnam. Sangat besar kemungkinannya untuk mengembangkan tanaman Buah Naga.Buah Naga berbentuk bulat lonjong, seukuran dan menyerupai buah alpokat, tetapi bagian dalamnya berwarna merah dan kuning berbintik itu kalau dimakan enak, dan tidak terlalu manis, dan segar, Untuk selera lidah kebanyakan orang Indonesia, buah ini dinilai kurang manis.
Aneka macam produk olahan dari buah Naga yang dapat dibuat seperti puding buah naga, kue buah naga, juice buah naga  dimana uah naga adalah buah yang dahyat selain enak buah naga juga memiliki mineral yang terkandung dalam buah naga adalah fosfor dan kalsium. keduanya memiliki peran dalam pembentukan tulang, gigi, dan perkembangan sel. Komoditi Buah Naga merupakan salah satu jenis buah buahan yang potensinya sangat tinggi, dan sudah menjadi salah satu primadona bagi petani modern. Buah Naga Hitam termasuk salah satu jenis dari Buah Naga Merah  yang berkembang karena adanya inovasi dibidang pemupukan. Dengan menggunakan pupuk yang banyak mengandung arang sisa pembakaran, Buah Naga Merah akan berubah menjadi Buah Naga Hitam. Agribisnis buah naga (Dragon Fruit) mulai dirintis dan dikembangkan didaerah Malang, Jawa Timur dan Delanggu, Jawa Tengah. Kulonprogo, DI Yogyakarta. Dari Jenisnya buah naga ada empat macam, pertama buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus). Fungsi dan khasiat Buah naga untuk kesehatan adalah dimana buah naga juga mengandungi zat besi untuk menambah darah. Buah naga merah beratnya sampai 1 Kg, harganya per 100 gram bisanya mencapai Rp.13.500 yang dapat dibeli di Supermarket. Dengan melihat potensi pasar yang ada untuk pasar Domestik saja pasarnya sangat banyak, dan peluang pasar ekspor pun dapat memberikan harapan yang baik. Bahkan di Hotel-hotel berbintang pun menyajikan buah merah sebagai makan buah yang dihidangkankan kepada para tamu pengunjung yang menginap di Hotel.
Pengembangan agribisnis buah naga ini sangat sesuai dengan iklim dan keadaan tekstur tanah di Indonesia. Komoditas ini mempunyai prospek yang cerah untuk peluang ekspor dan pasarnya masih terbuka lebar dan memiliki potensi yang sangat baik dikembangkan di Indonesia. Menurut informasi pakar AL Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, organisasi yang meneliti buah naga merah , buah kaktus madu itu cukup kaya dengan berbagai zat vitamin dan mineral yang sangat membantu meningkatkan daya tahan dan bermanfaat bagi metabolisme dalam tubuh manusia. Penelitian menunjukkan buah naga merah ini sangat baik untuk sistem peredaran darah, juga memberikan efek mengurangi tekanan emosi dan menetralkan toksik dalam darah. Buah naga juga mengandungi zat besi untuk menambah darah; vitamin B1 (mengawal kepanasan badan); vitamin B2 (menambah selera); vitamin B3 (menurunkan kadar kolesterol) dan vitamin C (menambah kelicinan, kehalusan kulit serta mencegah jerawat). Pasar lokal saat ini dibanjiri produk ekspor berdasarkan catatan dari eksportir buah di Indonesia, buah naga ini masuk ke tanah air mencapai antara 200 400 ton/tahun asal Thailand dan Vietnam. Buah naga juga dapat bertahan lebih lama dari buah-buahan lain. Hal ini mempermudah dalam pengumpulan untuk di ekspor dalam jumlah besar. Saat ini permintaan pasar internasional akan buah ini cukup besar dan baru bisa terpenuhi sekitar 50 % dari keseluruhan permintaan. Negara pemasok buah naga terbesar saat ini adalah Thailand dan Vietnam. (Sources data Dikutip dari berbagai sumber terkait, Media, wacana dan survey oleh:Frans Hero K. Purba)

Tuesday, July 12, 2016

Potensi Olahan Buah Dalam Peluang Bisnis



Pengembangan potensi produk berbahan dasar buah merupakan suatu hal yang Eksklusivitas produk mengundang potensi untuk digali dan dikembangkan. Berbagai ragam jenis dan varietas unggul buahbuahan asli Indonesia yang memiliki prospek cerah untuk diolah dan dikembangkan menjadi komoditas yang berdaya saing tinggi dan menjadi primadona ekspor komoditas pertanian. upaya untuk meningkatkan nilai tambah buahbuahan asli Indonesia adalah pengolahan buah-buahan segar menjadi aneka keripik buah yang alami dan bernutrisi tinggi menggunakan mesin vacuum frying.
Untuk proses pengolahan buah – buahan  segar menjadi kripik buah sangat sederhana, karena pada dasarrya hanya merupakan proses penguapan air dan bagian buah yang dapat dimakan. Namun demikian setiap menjaga agar rasa dan aroma khas buah tidak berubah dan kripik menjadi renyah maka proses penguapan air harus di lakukan dengan cara menggoreng buah menggunakan penggorengan bertekanan rendah / vakum / hampa. Dalam hal teknologi pengolahan sekarang ini proses pengeringan buah harus benar secara hiegines. Juga perlu diperhatikan dari hal ijin kesehatan untuk mengkonsumsi kripik-kripik buah-buahan segar.
Produksi buah-buahan tropis di cenderung meningkat baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi 4:meningkatnya tingkat pendapatan per kapita penduduk dunia; meningkatnya jumlah penduduk dunia, dan meningkatnya penguasaan teknologi pengolahan buah. Dimasa yang akan datang juga akan terjadi perubahan permintaan berbagai produk buah, diantaranya seperti : A. Permintaan buah-buahan tropis organik (green product, Eco production), hal ini disebabkan meningkatnya kesadaran akan keamanan pangan dan kelestarian lingkungan. Hal ini merupakan peluang untuk Indonesia, karena sebagian besar masih diproduksi secara tradisional tanpa atau minimal penggunaan pupuk anorganik dan bahan kimia lainnya. B Permintaan buah-buahan yang diproses minimal (minimally processed) yang masih mempunyai cita rasa asli buah tropis. 3. Permintaan produk baru dari buah-buahan sebagai obat, minuman kesehatan dan bahan kosmetik.
Adapun hal yang menjadi kendala yaitu pasokan bahan baku tidak kontinyu karena produksi buah-buahan bersifat musiman, konsistensi mutu dan ukuran serta tingkat kematangan buah tidak merata disebabkan masih terbatasnya investasi budidaya perkebunan buah skala komersial. Untuk itu perlu penanganan secara khusus dalam membudidayakan buah dalam skala besar untuk dapat memasok kebutuhan secara berkelanjutan dalam potensi pemasarannya. (Sumber: Data terkait, Litbang, data diolah F. Hero K. Purba)

Thursday, June 9, 2016

Pengembangan Kacang Tanah dalam Peluang Agribisnis



Menurut data produksi kacang  tanah   selama periode 2007-2014 cenderung turun, se­hing­ga kekurangan  permintaan, terutama dari industri harus di­pasok impor.  Selama  lima tahun terakhir kebutuhan kacang tanah dalam negeri meningkat 2,8% per tahun. Pada periode 2008-2011, impor kacang tanah berkisar 140 ribu ton hingga 252 ribu ton. Impor yang tertinggi terjadi pada tahun 2011, yakni sebesar 251.748 ton. Dapat dikatakan impor kacang tanah selama lima tahun terakhir rata-rata meningkat 21,7% per tahun. Data selama Januari-April 2012, realisasi impor kacang tanah telah mencapai 50.378 ton. Produksi kacang tanah nasional pada tahun 2006 masih mencapai 836.000 ton, kemudian pada tahun 2007 turun 790.000 ton, tahun 2008 kembali turun 770.000 ton dan 2009 763.000 ton. Volume impor kacang tanah tahun 2006 mencapai 164.000 ton dengan nilai 2006 US$ 54 juta, tahun 2007 sebanyak 173.000 ton dengan nilai US$ 62 juta, tahun 2008 sebanyak 205.000 ton dengan nilai US$ 99,6 juta. Kebutuhan kacang tanah dalam negeri mencapai 799.194 ton sedangkan kemampuan produksi atau yang kita targetkan 706 ribu ton, masih ada kekurangan 92 ribu ton. Di Indonesia, tanaman Kacang Tanah cocok ditanam didataran rendah yang berketinggian dibawah 500 m diatas permukaan laut. lklim yang dibutuhkan tanaman Kacang Tanah adalah bersuhu tinggi antara 25°C - 32°C, sedikit lembab ( rH 65 % - 75 % ), curah hujan 800 mm -1300 mm per tahun, tempat terbuka. (Data Wikipedia, data media, data BPS, data diolah F. Hero K. Purba) Kacang tanah (Arachis hypogaea L.), mengandung Omega 3 yang merupakan lemak tak jenuh ganda dan Omega 9 yang merupakan lemak tak jenuh tunggal. Dalam 1 0ns kacang  tanah terdapat 18 gram Omega 3 dan 17 gram Omega 9. Kacang tanah mengandung fitosterol yang justru dapat menurunkan kadar kolesterol dan level trigliserida, dengan cara menahan penyerapan kolesterol dari makanan yang disirkulasikan dalam darah dan mengurangi penyerapan kembali kolesterol dari hati, serta tetap menjaga HDL kolesterol.
Potensi peluang budidaya kacang tanah memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman palawija lain seperti jagung, kedelai, dan kacang hijau. Di samping itu, kacang tanah merupakan tanaman komersial dan sebagai sumber pendapatan penting bagi petani di lahan kering dan lahan bekas sawah. Risiko kegagalan panen kacang tanah akibat serangan hama dan penyakit lebih kecil dibandingkan dengan kedelai. Sentra kacang tanah terpusat di Pulau Jawa, Sumatra Utara, Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia. Dari data yang di peroleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) di tiap provinsi di Indonesa pada tahun 2009, menunjukan bahwa di Indonesia luas areal pertanaman kacang tanah sekitar 628.660 ha dan produksinya sekitar 763.507 Ton. Dari tahun ke tahun luas areal pertanaman kacang tanah di Indonesia semakin menyempit, pada tahun 2006 seluas 706.753 hektar menjadi 660.480 hektar pada tahun 2007 Konsumsi kacang tanah di Indonesia sebesar 4,2 kg per kapita pada tahun 2011. Dengan jumlah penduduk 237 juta jiwa pada tahun yang diperlukan kacang tanah sebanyak 1 juta ton. kacang tanah termasuk komoditas pangan yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, hal itu terlihat dari  kontribusi komoditas ini terhadap pendapatan petani di Kabupaten Tuban yang merupakan penghasil utama kacang tanah di Jawa Timur mencapai 65%.
Tahun 2006 produksi hasil sekitar 838.096 ton, pada tahun 2009 sekitar 763.507 ton selama tahun 2006 sampai 2009 produksi hasil kacang tanah berkurang 74.569 ton, tidak sebanding dengan makin bertambahnya penduduk dari tahun ke tahun di Indonesia yang mengakibatkan volume impor kacang meningkat. Diharapkan dari setiap daerah lebih menggali potensi produk unggulan yang ada seperti kacang tanah ini, sehingga kita tidak hanya terus ketergantungan impor. (sources data: Berbagai sumber media terkait, data diolah F. Hero Purba)

Sunday, May 22, 2016

Program Pengawasan Pertanian dan Investasi dibidang Pertanian dalam Identifikasi Pemanfaatan dan Tatakelola



Peranan penting untuk keberhasilan usaha produksi pertanian.komoditas yang bernilai ekonomis tinggi akan menjadi prioritas utama,tetapi perlu di pertimbangkan hal-hal yang berhubungan dengan pemasaranya.sebab,mungkin terjadi komoditas ekonomis dalamproduksi,tetapi tidak tetap untuk daerah produksi dan wilayah pemasaran yang akan dituju.komoditas yang telah dipilih selanjutnya ditetapkan jenisnya/varietas Analisis ekonomi proyek pertanian untuk membandingkan biaya dengan manfaat dan menentukan antara proyek-proyek alternatif memiliki kembali untuk dapat diterima. Biaya dan manfaat dari proyek yang diusulkan oleh karena itu harus diidentifikasi. Selanjutnya, setelah biaya dan manfaat diketahui, harga, dan nilai-nilai ekonomi ditentukan. Semua ini cukup jelas, tetapi sering terjadi hal yang dianggap rumit dalam suatu usaha agribisnis. Dalam pembiayaan apa yang diharapkan dalam manfaat untuk program-program yang dibantu pemerintah dapat menyentuh dan dilakukan dengan baik untuk memberikan nilai tambah dan pendapatan bagi masyarakat petani.  Tujuan dari dalam analisis pengawasan ekonomi dimana analisis memberikan standar yang biaya dan manfaat didefinisikan. Sederhananya, biaya adalah segala sesuatu yang mengurangi tujuan, dan manfaat adalah segala sesuatu yang memberikan kontribusi untuk tujuan. Masalah dengan kesederhanaan seperti, bagaimanapun, adalah bahwa setiap peserta dalam proyek memiliki banyak tujuan. Untuk petani, tujuan utama dari berpartisipasi adalah untuk memaksimalkan jumlah keluarganya memiliki untuk hidup. Tetapi ini hanya salah satu dari kepentingan petani. Dia juga mungkin ingin anak-anaknya untuk dididik; sebagai akibatnya, mereka mungkin tidak tersedia untuk bekerja penuh waktu di ladang. Dia juga dapat menghargai waktu jauh dari ladang: seorang petani tidak akan mengadopsi pola tanam, namun menguntungkan, yang membutuhkan dia untuk bekerja sepuluh jam sehari 365 hari setahun. Preferensi rasa dapat menyebabkan petani untuk terus tumbuh berbagai tradisional beras untuk konsumsi rumah meskipun baru, berbagai hasil tinggi dapat meningkatkan pendapatan keluarganya lagi. Seorang petani mungkin ingin menghindari risiko, dan sebagainya dapat merencanakan pola tanam untuk membatasi risiko gagal panen ke tingkat yang dapat diterima atau untuk mengurangi risiko nya tergantung semata-mata pada pasar untuk biji-bijian makanan keluarganya akan mengkonsumsi.
Akibatnya, meskipun ia mungkin dapat meningkatkan penghasilannya dari waktu ke waktu jika ia tumbuh kapas bukan gandum atau jagung, ia lebih suka terus tumbuh biji-bijian makanan untuk mencegah kemungkinan bahwa dalam satu tahun tanaman kapas mungkin gagal atau biji-bijian makanan mungkin tersedia untuk pembelian di pasar hanya dengan harga yang sangat tinggi. Semua pertimbangan ini mempengaruhi pilihan petani dari pola tanam dan dengan demikian kapasitas yang menghasilkan pendapatan dari proyek. Namun semua keputusan yang masuk akal dalam pandangan petani. Dalam sistem analitis yang disajikan, kita akan mencoba untuk mengidentifikasi pola tanam yang kita pikir petani yang paling mungkin akan memilih, dan kemudian kita akan menilai dampak dari pola yang pada pendapatan tambahan dan, dengan demikian, pada pendapatan baru yang dihasilkan oleh proyek.
Untuk perusahaan bisnis swasta atau perusahaan pemerintah, tujuan utama adalah untuk memaksimalkan laba bersih, namun keduanya memiliki tujuan yang signifikan selain hanya membuat keuntungan tertinggi mungkin. Keduanya akan ingin diversifikasi kegiatan mereka untuk mengurangi risiko. Pemilik toko pribadi mungkin memiliki preferensi untuk bersantai, yang mendorongnya untuk menyewa seorang manajer untuk membantu mengoperasikan tokonya, terutama selama jam terlambat. Hal ini akan mengurangi pendapatan sejak manajer harus dibayar gaji-tapi itu adalah pilihan yang masuk akal. Untuk alasan kebijakan, perusahaan bus umum dapat memutuskan untuk mempertahankan layanan bahkan di daerah yang kurang padat penduduk atau pada jam-jam off-peak dan dengan demikian mengurangi laba bersih. Dalam sistem analitis di sini, pertama-tama kita mengidentifikasi pola operasi bahwa perusahaan dalam proyek kemungkinan besar akan mengikuti dan kemudian membangun account untuk menilai efek dari pola pada kapasitas yang menghasilkan pendapatan dari proyek. Masyarakat secara keseluruhan akan memiliki sebagai tujuan utama meningkatkan pendapatan nasional, tetapi jelas akan memiliki banyak, tujuan tambahan yang signifikan. Salah satu yang paling penting dari ini adalah distribusi pendapatan. Lain hanya untuk meningkatkan jumlah lapangan kerja yang produktif sehingga pengangguran yang mungkin dikurangi-yang mungkin berbeda dari tujuan distribusi pendapatan itu sendiri. Namun tujuan lain mungkin untuk meningkatkan proporsi tabungan pada periode tertentu sehingga akan ada lebih banyak untuk berinvestasi, pertumbuhan yang lebih cepat, dan, karenanya, lebih banyak pendapatan di masa depan. Atau, mungkin ada masalah untuk mengatasi lebih luas daripada ekonomi sempit pertimbangan-seperti keinginan untuk meningkatkan integrasi regional, untuk meningkatkan tingkat umum pendidikan, untuk meningkatkan kesehatan pedesaan, atau untuk menjaga keamanan nasional. Apa tujuan ini dapat mengakibatkan pilihan proyek atau bentuk proyek  yang tidak alternatif yang akan memberikan kontribusi yang paling untuk pendapatan nasional didefinisikan secara sempit.
Tidak ada sistem analisis formal untuk analisis proyek mungkin bisa memperhitungkan semua berbagai tujuan setiap peserta dalam suatu proyek. Beberapa pilihan akan harus dibuat. Dalam sistem analitis di sini, kami akan mengambil kriteria formal tujuan yang sangat mudah dari maksimalisasi pendapatan dan mengakomodasi tujuan lain pada titik-titik lain dalam proses seleksi proyek. Pembenaran untuk ini adalah bahwa di kebanyakan negara berkembang meningkatkan pendapatan mungkin adalah tujuan yang paling penting dari usaha ekonomi individu, dan peningkatan pendapatan nasional mungkin adalah tujuan paling penting dari kebijakan ekonomi nasional.
Untuk pertanian
mengambil sebagai tujuan memaksimalkan tambahan net benefit-jumlah peningkatan keluarga pertanian harus hidup sebagai akibat dari berpartisipasi dalam proyek-diturunkan. Untuk sebuah perusahaan bisnis swasta atau korporasi dalam sektor publik, kami akan mengambil sebagai tujuan memaksimalkan laba bersih tambahan.. Dan untuk analisis ekonomi dilakukan dari sudut pandang masyarakat secara keseluruhan, kami akan mengambil sebagai tujuan memaksimalkan kontribusi yang proyek membuat ke-pendapatan nilai nasional semua barang dan jasa yang diproduksi selama periode tertentu, umumnya satu tahun. Ini hampir tujuan yang sama, kecuali untuk variasi kecil dalam definisi resmi, memaksimalkan produk domestik bruto (PDB). Hal ini penting untuk menekankan bahwa mengambil pendapatan proyek akan memberikan kontribusi untuk masyarakat sebagai kriteria analisis formal dalam ekonomi, analisis tidak menurunkan tujuan lain atau menghalangi kami mempertimbangkan mereka. Sebaliknya, kita hanya akan memperlakukan pertimbangan tujuan lain sebagai keputusan yang terpisah. Menggunakan sistem analisis kami, kami bisa menilai yang antara proyek alternatif atau bentuk-bentuk alternatif dari suatu proyek tertentu akan memberikan kontribusi diterima pendapatan nasional. Hal ini akan memungkinkan kita untuk merekomendasikan kepada orang-orang yang harus membuat keputusan investasi proyek yang memiliki potensi menghasilkan pendapatan yang tinggi dan juga akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk tujuan sosial lainnya. Misalnya, dari antara proyek-proyek yang membuat umumnya kontribusi yang sama untuk meningkatkan pendapatan, kita dapat memilih salah satu yang memiliki efek paling menguntungkan pada distribusi pendapatan, atau salah satu yang menciptakan sebagian besar pekerjaan, atau salah satu yang paling menarik di antara mereka di daerah yang kurang beruntung.  Dengan demikian, dalam sistem analisis ekonomi dan pengawasan, apa pun yang mengurangi pendapatan nasional adalah biaya dan apa yang meningkatkan pendapatan nasional adalah keuntungan. Karena tujuan kami adalah untuk meningkatkan jumlah semua barang dan jasa, apa pun yang secara langsung mengurangi total barang dan jasa jelas biaya, dan apa pun yang secara langsung meningkatkan mereka jelas manfaat. Tapi ingat, juga, cara kerja yang rumit dari sistem ekonomi. Ketika proyek dianalisis menggunakan beberapa barang setengah jadi atau jasa-sesuatu yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang lain-oleh rantai peristiwa itu akhirnya mengurangi total barang dan jasa akhir yang tersedia di tempat lain dalam perekonomian. Di satu sisi, jika kita mengalihkan jeruk yang dapat digunakan untuk langsung konsumsi-dan dengan demikian adalah baik-final produksi jus jeruk, juga baik akhir, kita mengurangi total barang yang tersedia final dan jasa, atau nasional pendapatan, dengan nilai oranye dan meningkatkan dengan nilai jus jeruk. Di sisi lain, jika kita menggunakan semen untuk berbaris kanal irigasi, kita tidak langsung mengurangi barang dan jasa yang tersedia; sebaliknya, kita hanya mengurangi ketersediaan yang baik menengah. Namun konsekuensi dari menggunakan semen dalam proyek irigasi adalah untuk menggeser semen dari beberapa penggunaan lainnya dalam perekonomian. Hal ini, pada gilirannya, mengurangi produksi beberapa baik lainnya, dan sebagainya melalui rantai peristiwa sampai, akhirnya, produksi barang dan jasa akhir, pendapatan nasional, berkurang. Jadi, dengan menggunakan semen di proyek ini adalah biaya untuk perekonomian. Berapa banyak pendapatan nasional akan berkurang dengan menggunakan semen untuk proyek ini adalah bagian dari apa yang harus kami perkirakan ketika kita berpaling untuk menurunkan nilai-nilai ekonomi. Di sisi manfaat, kita memiliki pola yang sama. Melapisi meningkat kanal air yang tersedia yang, pada gilirannya, dapat meningkatkan produksi gandum, dan sebagainya melalui rantai peristiwa sampai pada akhirnya jumlah total roti meningkat. Dengan mekanisme ini, proyek menyebabkan peningkatan jumlah total barang dan jasa, yang mengatakan hal itu meningkatkan pendapatan nasional. Sekali lagi, bagian dari tugas analis dalam analisis ekonomi adalah untuk memperkirakan jumlah peningkatan ini pendapatan nasional tersedia untuk masyarakat; yaitu, untuk menentukan apakah, dan seberapa banyak, manfaat melebihi biaya dalam hal pendapatan nasional. Jika ini definisi agak sederhana dari biaya ekonomi dan manfaat yang diingat, mungkin kebingungan akan dihindari ketika harga bayangan digunakan untuk nilai arus sumber daya. Perhatikan bahwa, dengan mendefinisikan tujuan kami untuk analisis ekonomi dalam hal perubahan pendapatan nasional, kita mendefinisikan secara riil. (Istilah nyata, sebagai lawan dari segi uang, mengacu pada fisik, karakteristik berwujud barang dan jasa.) Untuk gelar penting, analisis ekonomi, berbeda dengan analisis keuangan, terdiri dalam melacak sumber daya nyata arus yang disebabkan oleh investasi dan bukan efek moneter investasi ini. Tujuan ini didefinisikan, kita mungkin kemudian mengatakan bahwa dalam analisis keuangan numeraire-pengukuran yang umum digunakan sebagai unit kami akun-adalah satuan mata uang, mata uang domestik umumnya, sedangkan dalam analisis ekonomi numeraire kami adalah unit pendapatan nasional. Dalam analisis ekonomi kita akan mengasumsikan bahwa semua pembiayaan untuk proyek berasal dari sumber dalam negeri dan bahwa semua kembali dari proyek pergi ke penduduk domestik. [Ini adalah salah satu alasan mengapa kita mengidentifikasi tujuan sosial kami dengan produk domestik bruto (PDB) bukan lebih akrab produk nasional bruto (GNP).] Konvensi ini hampir secara universal diterima oleh proyek analis-memisahkan keputusan seberapa baik proyek adalah potensi menghasilkan pendapatan yang dari keputusan tentang bagaimana untuk membiayainya. Istilah-istilah pembiayaan yang tersedia untuk proyek tertentu tidak akan mempengaruhi evaluasi. Sebaliknya, kita akan menganggap bahwa proyek yang diusulkan adalah investasi terbaik dan pembiayaan yang kemudian akan dicari untuk itu pada istilah terbaik diperoleh. Konvensi ini berfungsi dengan baik setiap kali pembiayaan dapat digunakan untuk berbagai proyek atau bahkan versi kasar proyek yang sama. Satu-satunya kasus di mana ttidak memegang baik adalah kasus yang agak ekstrim di mana pembiayaan luar negeri sangat sempit terikat suatu proyek tertentu dan akan hilang jika proyek tidak dilaksanakan. Kemudian analis mungkin dihadapkan dengan keputusan melaksanakan proyek rendah-menghasilkan dengan pembiayaan luar negeri atau memilih alternatif berimbal hasil lebih tinggi tetapi kehilangan pinjaman luar negeri.
Analisis untuk mengidentifikasi dan menghargai biaya dan manfaat yang akan timbul dengan proyek yang diusulkan dan untuk membandingkan mereka dengan situasi seperti itu akan tanpa proyek. Perbedaannya adalah keuntungan bersih tambahan yang timbul dari investasi proyek. Pendekatan ini tidak sama dengan membandingkan situasi "sebelum" dan "setelah" proyek. Sebelum dan sesudah perbandingan gagal untuk memperhitungkan perubahan dalam produksi yang akan terjadi tanpa proyek dan dengan demikian mengarah ke pernyataan yang salah tentang manfaat yang timbul dari investasi proyek.
(Sumber: media terkait, data analis, data diolah F. Hero K. Purba).