Sunday, September 4, 2022

Potensi Kopi Aceh dalam Peluang Pasar Dunia

 

Pengolahan Kopi ini terbuat dari jenis kopi robusta dari dataran tinggi Gayo (Aceh Tengah) dan Lamno (Aceh Jaya), yang diracik oleh orang yang sangat berpengalaman karena kopi ini sudah turun temurun. Potensi Kopi Solong merupakan salah satu icon Kota Banda Aceh yang wajib dinikmati oleh setiap pendatang. Pengembangan budidaya tanaman kopi Aceh berkembang menjadi komoditas yang bermutu tinggi dan menguntungkan. Indonesia adalah pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia, dan Aceh adalah salah satu penghasil kopi terbesarnya yang mampu menghasilkan sekitar 40% biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia. Kopi Solong Ulee Kareng yang mulai dirintis sejak tahun 1959, Kopi Ulee Kareng ini menjadi salahsatu bubuk kopi lokal terkenal di Aceh. Ulee Kareng sejak tahun 1974 telah menjadi ikon makanan khas Aceh. Cita rasa khas Aceh yang dan keunikan kopi yang merupakan salah satu khas nusantara. Aceh menghasilkan sekitar 40 persen biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia. Mengenai potensi agribisnis kopi Aceh pasca tsunami, tidak bisa lepas dari berdatangannya komunitas internasional di bumi Serambi Mekkah ini.  Mayoritas para pendatang  menyukai kopi Aceh. (Wilayah Ulee Kareeng merupakan salah satu Kecamatan di Banda Aceh, Ibu Kota Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ulee Kareng terkenal dengan kopi Ulee KarengnyaBiji kopi Ulee Kareng dihasilkan dari biji kopi pilihan berkualitas yang berasal dari Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Biji-biji kopi tersebut diproduksi oleh usaha kecil menengah. Selain hal tersebut untuk kopi bubuk Aceh Ulee Kareng ada dua macam, yaitu kopi Arabica dan jenis kopi Robusta. Kopi Arabica dan Robusta berasal dari dataran tinggi Aceh Selatan dan Gayo Luwes. Gabungan Kelompok tani kopi mulai dari petani, lembaga pemasaran yang terlibat sampai ke konsumen industri pengolahan kopi bubuk Ulee Kareng yang ada di kota Banda Aceh. Kopi solong yang berada di pojok pasar Ulee Kareng sekarang ini kembali hidup dan menjadi bagian dari denyut nadi perekonomian. Dibalik kepulan dari asap kopi solong yang aromanya yang sangat menggoda selera itu terbayang harapan hidup pencinta dan peminat kopi, tergambar pula bangkitnya ekonomi kerakyatan pembuatan pengolahan kopi secara tradisional. Dalam hal ini petani membuat pengolahan produk kopi bubuk dan harga jual sehingga didapatkan pendapatan usahataninya, pada lembaga pemasaran yang terlibat akan dihitung besarnya keuntungan dan margin pemasarannya sedangkan pada industri pengolahan kopi bubuk Ulee Kareeng akan dihitung seberapa besar nilai tambah bagi petani. Industri bubuk kopi Solong Ulee Kareng analisis nilai tambah yang dilakukan mulai dari pengadaan bahan baku berbentuk biji kopi ose sampai dengan menjadi produk bubuk kopi yang siap dipasarkan. Untuk pangsa pasar ekspor kemasan modern dan berkualitas dari kopi Ulee Kareng di kemas dengan baik. (Sumber data Litbang, data diolah Fhero13).