Friday, March 27, 2020

Dampak Virus Corona terhadap Perekonomian Dunia


Dampak terhapap virus Corona  telah dihebohkan oleh COVID-19 atau yang dikenal sebagai wabah virus corona. Virus ini pertama kali mewabah berasal dari wilayah Wuhan di China. Akibat ancaman  dan hantaman gelombang resesi akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada 2019 lalu mereda, kini ekonomi global dihantam tsunami akibat wabah virus corona. Hal tersebut harus mendapat perhatian dan antisipasi bagi pelaku usaha di Indonesia yang akan terkena dampak bencana tersebut.

Berdasarkan data Januari 2020, ekspor Indonesia tercatat US$ 13,41 miliar turun 7,16% dibandingkan periode Desember 2019 US$ 14,44 miliar. Jika dibandingkan dengan Januari 2019, ekspor juga mengalami penurunan 3,71%.
Dari sisi ekspor non migas ke China tercatat US$ 2,1 miliar, Amerika Serikat (AS) US$ 1,6 miliar dan Jepang US$ 1,19 miliar. Ketiga negara tersebut berkontribusi 38,41%, Impor tercatat US$ 14,27 miliar turun 1,6% atau US$ 231,6 juta. "Turunnya impor bahan baku dan bahan penolong termasuk yang berasal dari China sangat memukul industri dalam negeri.
Akibat virus Corona tidak hanya berdampak negatif, namun juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah terbukanya peluang pasar ekspor baru selain China. Selain itu, peluang memperkuat ekonomi dalam negeri juga dapat terlaksana karena pemerintah akan lebih memprioritaskan dan memperkuat daya beli dalam negeri daripada menarik keuntungan dari luar negeri. Kondisi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai koreksi agar investasi bisa stabil meskipun perekonomian global sedang terguncang.
Diharapkan semoga dengan adanya guncangan akibat virus corona ini dapat memberikan langkah-langkah yang antisipatif diberbagai belahan negara didunia. Berapa potensi inflasi akibat virus corona, hal ini akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. (Sources data Media, data diolah Fherokpurba)