Tuesday, April 9, 2019

Potensi Nenas dalam Pengembangan Buah Indonesia


Daya saing ekspor nenas segar Indonesia berdasarkan pangsa pasarnya relatif masih kecil dibandingkan produsen dan eksportir nenas segar lainnya.Komoditi nenas telah lama dibudidayakan di Indonesia, dan di pasar domestik banyak dijual dan dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi untuk preferensi konsumen internasional sendiri adalah nenas olahan. Nenas (Ananas comusus) merupakan salah satu menjadi komoditas andalan ekspor Indonesia. Walaupun didalam peran Indonesia sebagai produsen maupun eksportir nenas segar di pasar internasional masih sangat kecil. Indonesia menempati posisi yang ketiga dari negara-negara penghasil nenas olahan dan segar setelah negara Thailand dan Philippines. Produksi nanas di tahun 2016 sebesar 1,39 juta ton naik 22,3 persen tahun 2017 menjadi 1,79 juta ton. ata BPS, Indonesia ekspor nanas segar 2017 sebesar 9.586 ton, naik 17,5 persen dan periode Januari-Oktober 2018 ekspor menjadi 11.247 ton. Negara tujuan ekspor ke Uni Emirat Arab, Jepang, Hongkong, Singapura, Saudi Arabia, Oman, Canada, Kuwait, Korea. Total ekspor nenas (yang terbagi dalam nenas segar dan nenas olahan), ekspor terbesar untuk nenas segar ditujukan ke negara Malaysia dengan share 74 %, sementara ke Jepang 24,54 %. Sementara untuk nenas olahan share terbesar berturut-turut adalah ke negara Amerika Serikat (22,62 %), Belanda (15,19 %), Singapura (13,94 %), Jerman (13,86 %), dan Spanyol (10,58 %). Rata- rata volume ekspor ke Amerika sejak tahun 1999 – 2005 sebesar 52.054 ton dan relatif stabil setiap tahunnya, tetapi ekspor ke negara Belanda, Singapura dan Jerman serta Spanyol terus menunjukkan trend yang meningkat. Buah nanas juga memiliki banyak manfaat, seperti vitamin B, vitamin C, fosfor, magnesium, natrium, dekstrosa, sukrosa, serta enzim bromelain. Selain itu, beberapa negara mengonsumsi nanas untuk mencegah serangan jantung, beri-beri, stroke dan masih banyak lagi penyakit lainnya. Tujuan ekspor adalah Perancis, Jerman, dan Amerika Serikat. Walaupun daerah penghasil nanas sudah menyebar merata, Indonesia hingga saat ini hanya mampu mengekspor sebagian kecil saja dari kebutuhan dunia, 5%. Untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan pasokan nanas yang sangat besar. Tentu saja hal ini akan menjadi prospek dan peluang pasar yang baik bagi Indonesia. (Sumber: Media Terkait, data BPS, Litbang, data diolah F. Hero K. Puba)

No comments: