Thursday, August 29, 2019

Potensi Usaha Kacang Hijau dalam Strategi Pemasaran


Volume ekspor 7 komoditas utama produk segar tanaman pangan tahun 2014-Juni 2019. Merujuk Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan signifikan ekspor kacang hijau semester I 2019 naik sebanyak 114 persen dibandingkan pada 2018. Ekspor Kacang hijau menduduki peringkat kedua (19,82%) setelah ekspor jagung (63,34%). Di Indonesia terjadi penurunan volume impor kacang hijau juga terjadi selama tahun 2011, yakni dari 996 ton pada tahun 2010 menjadi 355 ton pada tahun 2011. Produksi kacang hijau petani kabupaten/kota di provinsi ini relatif sedikit, dan jauh dari kebutuhan yang diharapkan konsumen. Kebutuhan kacang hijau terus meningkat rata - rata setiap  tahun + 330.000 ton, produksi rata - rata setiap tahun 38.414 ton (93,46%) dan impor masih tinggi dengan volume impor rata - rata setiap tahun sekitar + 29.443 ton. Areal panen kacang hijau di Indonesia pada tahun 2011 seluas 297.315 ha dan produksi yang dicapai sebesar 341.342 ton dengan produktivitas rata- rata 11,48 ku /ha. Tahun 2008 -2009 terjadi volume impor dan ekspor yang lebih Tinggi dibandingkan tahun sebelum dan sesudahnya. Perkembangan impor kacang hijau dari tahun 2002 –2012 mengalami peningkatan sebesar 16,53% sedangkan produksi kacang hijau mengalami peningkatan hanya sebesar 1,11%. Untuk itu dalam pengembangan agroindustri kacang hijau merupakan solusi murah untuk mengatasi masalah tersebut. Kesiapan teknologi dalam Pengembangan kacang hijau di lahan kering. Keterbatasan modal, garapan lahan kering yang relatif luas, anggapan petani terhadap kacang hijau sebagai tanaman kedua, dan infrastruktur yang kurang memadai merupakan faktor biofisik dan sosial ekonomi yang menghambat pengembangan kacang hijau di lahan kering.
Angka rata-rata konsumsi kacang hijau per kapita 1,27 kg/tahun selama 12 tahun terakhir, Neraca Bahan Makanan/NBM 2011, Kebutuhan kacang hijau diasumsikan akan terus meningkat, dan masih  bersifat surplus, berarti semua kebutuhan dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Manfaat kacang hijau yang mengandung asamfolat ini juga dapat menghindarkan dari terjadinya bayi kelainan jantung, bibir sumbing, dan berbagai kecacatan lainnya. Selain itu Asam folat juga dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Kacang hijau sangat baik bagi kesehatan Jantung. Kandungan lemak tidak jenuh dalam kacang hijau aman untuk di konsumsi dan bermanfaat bagi kesehatan jantung. Karena lemaknya merupakan lemak tak jenuh, bagi Anda yang memiliki masalah dengan berat badan tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi kacang hijau. Pulau Jawa adalah penghasil utama kacang hijau di Indonesia, karena memberikan kontribusi 61% terhadap produksi kacang hijau nasional. Sentra daerah produksi kacang hijau adalah NAD, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, NTB dan NTT. Total kontribusi daerah 90 % terhadap produksi kacang hijau nasional dan 70 % berasal dari lahan sawah. Potensi lahan kering daerah tersebut yang sesuai ditanami kacag hijau sangat luas. Tantangan pengembangan agroindustri kacang hijau di lahan kering adalah peningkatan produktivitas dan mempertahankan kualitas ;lahan untuk berproduksi lebih lanjut. Lahan kering di Sumatera umumnya tergolong masam dan miskin hara. Lahan kering di Jawa, Sulawesi dan Nusatenggara masalah utamanya adalah kekeringan dan miskin hara. Pengembangan agroindustri kacang hijau merupakan solusi murah untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam kesiapan teknologi dalam Pengembangan kacang hijau di lahan kering. Keterbatasan modal, garapan lahan kering yang relatif luas, anggapan petani terhadap kacang hijau sebagai tanaman kedua, dan infrastruktur yang kurang memadai merupakan faktor biofisik dan sosial ekonomi yang menghambat pengembangan kacang hijau di lahan kering. (Berbagai sumber media terkait,BPS, litbang, data diolah F. Hero K. Purba)


No comments: