Wednesday, August 6, 2008

Peradaban dan Kemajuan Bangsa didalam Menjelang Pemilu 2009

Dengan adanya sejarah yang menceritakan runtuhnya suatu peradaban besar akibat perilaku korup para penyelenggara kelas atas pada rezim tersebut. Sehingga pemberantasan korupsi pada sektor lembaga politik menjadi titik penting bagi penyelamatan suatu bangsa. Kita menyadari hidup ini hanya sementara dan tidak hanya mencari kekayaan semata. Dengan sistem politik demokrasi, pemberantasan korupsi merupakan penyelamatan demokrasi. Dengan mencokok beberapa anggota DPR yang terlibat korupsi, KPK sudah mentashihkan diri selaku aktor penting dalam peningkatan kualitas demokrasi Indonesia.
Keberhasilan suatu negara yang berlandaskan Pancasila dan memberikan suatu kepribadian yang baik bagi semua orang. Hal ini harus dapat mengintrospeksi pada diri pribadi masing-masing orang dan tidak hanya menyalahkan sesamanya. Mari membangun bangsa ini dengan menanamkan sesuatu nilai-nilai leluhur yang tinggi pada diri sendiri.Keberhasilan pembangunan Indonesia seutuhnya terletak dari setiap manusia yang ingin membuat bangsanya maju, bukan hanya dengan janji dan keinginan yang hanya terucap dibibir saja. Sikap kritis didalam memilih untuk calon dalam tahun 2009 merupakan hal yang harus dipikirkan benar-benar. Tahu aturan dna procedure yang harus dipersiapkan pilihlah pilihan yang benar yang mensuarakan aspirasi rakyat. Semoga kenyataan dan keyakinan dalam mensukseskan pemilu 2009 dapat berjalan dengan baik dan benar.

Tuesday, March 11, 2008

EFTA – Indonesia didalam Peningkatan Perdagangan Produk Pertanian

EFTA (European Free Trade Association) yang didirikan pada tahun 1960 terdiri dari negara-negara: Denmark, Norway, Portugal Sweden, Switzerland dan United Kingdom. Dan pada tahun 1960 tersebut, dua negara bergabung menjadi anggota yaitu Norway dan Switzerland. Pada tahun 1970, Iceland bergabung menjadi anggota EFTA serta diikuti oleh Liechtenstein yang bergabung pada tahun 1991. Maka keempat negara yang tergabung dalam EFTA yaitu Norway, Switzerland, Iceland dan Liechtenstein. EFTA berada pada peringkat ke-12 kawasan ekonomi terkuat di dunia dengan volume perdagangan terbesar ke-15 di pasar Internasional.

Pada kesempatan hubungan kerjasama EFTA – Indonesia ini, EFTA membukan peluang kerjasama dibidang perdagangan baik untuk produk industri, pertanian dan perikanan. Untuk produk pertanian yang sangat diminati adalah produk rempah-rempah, kopi dan teh. Berdasarkan data tahun 2007, bahwa ekspor Indonesia ke negara EFTA sebesar US$ 273,4 Juta sedangkan nilai Impor negara EFTA ke Indonesia sebesar US$ 455,2 Juta. Dalam hal ini berdasarkan data statistic yang ada maka diambil suatu kesimpulan bahwa masih lebih besar impor negara EFTA ke Indonesia daripada Ekspor Indonesia ke negara EFTA. Pihak EFTA sendiri menginginkan adanya trade balance antara EFTA dan Indonesia.

Hubungan bilateral perdagangan EFTA-Indonesia sangat diharapkan baik oleh kedua belah pihak. Beberapa agenda penting dalam EFTA- Indonesia Trade Relations: Record of Understanding for the Joint Feasibility Study by Ministers of Trade, 20 Nopember 2005, Joint Study Group, April and September 2006, Report to Joint Study Group, 27 January 2007 dan Meeting of Working Group on Trade Investment, 25 October 2007. Pihak EFTA menginginkan agar Indonesia sendiri dapat meningkatkan nilai ekspor perdagangannya dibidang pertanian dan perikanan. Tentunya negara EFTA memiliki dan menerapkan standar yang dikeluarkan oleh negara EFTA. Yang perlu diperhatikan adalah Standard EuroGAP, BRC Global Standard, International Food Standard, ISO 22000 dan hal yang terpenting menyangkut kepada Food Safety. Pihak EFTA juga tertarik apabila Indonesia dapat menerapkan standard yang mereka inginkan. Negara EFTA juga mulai concern terhadap produk-produk pertanian organic serta berwawasan lingkungan / eco-friendly.
Diharapkan dari kerjasama EFTA-Indonesia ini adanya kerjasama Investasi serta kerjasama diberbagai bidang didalam peningkatan hubungan yang lebih baik lagi untuk peningkatan ekspor.

Berbagai sumber.
oleh:F. Hero K. Purba

Thursday, February 14, 2008

Manajemen Keuangan

Manajemen Risiko Keuangan

Volatilitas nilai tukar produk keuangan
Perlunya cara baru dan imajinatif untuk memagari paparan terhadap Risiko pasar Produk keuangan: swap mata uang, swap bunga, opsi.
Fokus: meminimalisir risiko kerugian karena pergerakan yang tidak diekspektasi dari harga mata uang, tingkat bunga, komoditas, dan ekuitas.Paparan terhadap perubahan tersebut disebut dengan Risiko Pasar.Partisipan pasar cenderung untuk menghindari risiko dgn menghindari produk keuangan dengan mentransfer risiko.
Risiko likuiditas
Tidak semua produk keuangan bisa diperdagangkan dengan mudah
Risiko ketidakberlanjutan pasar
Pasar tidak selalu menghasilkan perubahan harga secara gradual
Risiko kredit
Pihak lawan (counterparty) tidak memenuhi kewajibannya.

Desain Produk Pertanian Untuk Pangsa Ekspor

Pada saat ini desain produk sangatlah diperlukan agar produk-produk pertanian olahan dapat terus meningkatkan menembus pasar Internasional. Apabila kita amati dengan adanya Liberalisasi perdagangan menuntut keunggulan kompetitif produk pertanian olahan kita, dalam hal ini transformasi produk pertanian primer menjadi produk olahan berdaya saing kuat tentu saja harus menjadi fokus perhatian. Yang terjadi sekarang justru munculnya beragam perangkap kebijakan yang sering kontraproduktif terhadap ekspektasi besar di balik revitalisasi pertanian. Dalam rangka peningkatan citra produk pertanian Indonesia yang berdaya saing maka diperlukan suatu inspirasi dari dalam kebudayaan masyarakat Indonesia yang memiliki ciri khas untuk produk pertanian olahan yang ada di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa keanekaragaman desain produk olahan Indonesia seperti Keripik Salak asal Yogyakarta dan Malang dan keripik buah-buahan (apel, nangka, mangga dan sebagainya), Kemasan Kopi Toraja, Kopi Luwak dan berbagai macam jenis makanan olahan pertanian yang memerlukan suatu nilai ciri khas dari produk yang akan dipasarkan untuk komoditi ekspor. Dalam mendesain suatu produk olahan pertanian hal-hal yang harus diperhatikan:
Astetika, merupakan suatu nilai keindahan suatu produk yang tentunya buyer/ calon pembeli melihat kekhasan produk Indonesia. Apabila kita perhatikan produk kemasan keripik manggis asal Thailand dan Potato Chips asal Singapore dan Malaysia dan jika kita bandingkan dengan keripik pisang asal Lampung. Pada suatu event pameran di luar negeri tentunya Indonesia memiliki suatu ciri khas yang tersendiri dan berbeda dengan keunikan tiap-tiap Negara yang menghasilkan produk yang sama.
Ergonomik; dalam hal ini menyangkut bentuk / size dari desain yang dibuat berdasarkan packaging produkpertanian olahan seperti keripik sukun, apel, mangga, manggis, serta kemasan produk perkebunan, hortikultura lainnya.
Fungsional, dalam hal ini dilihat dari bentuk kemasan tersebut berdasarkan fungsinya, apakah seperti produk kopi olahan, teh memiliki botol kemasan yang berfungsi, apakah seperti gelas dan lain sebagainya.
Market, untuk hal ini dilihat dari negara tujuan ekspor Indonesia yang menginginkan negara mana yang meminati produk olahan berdasarkan desainnya. Sebagaimana yang kita ketahui pada umumnya untuk desain produk pertanian olahan ini para konsumen Negara tujuan masih banyak hanya menginginkan dari raw materialnya saja tanpa memperhatikan desain produk karena mereka akan mendesain sendiri berdasarkan keinginannya.
Material yang dipakai, tentunya material yang dipakai disini adalah bahan-bahan kemasan untuk produk olahan Indonesia yang raw materialnya dari produk Coklat, Kopi, Kacang Mete, Teh, Essential oil Buah-buahan dan sebagainya, dalam hal ini memakai bahan dasar packing dari plastic maupun kertas dan sebagainya.

Dan diharapkan pula pada promosi pameran produk Indonesia baik dalam dan luar negeri, ketertarikan dari buyer mancanegara dapat meminati produk desain produk pertanian olahan Indonesia. Hal ini tidak hanya tertarik pada produk handycraft Indonesia, tetapi dipadukan kemasan produk pertanian olahan Indonesia dengan bentuk desain yang memiliki ciri khas untuk dapat lebih baik lagi dalam peningkatan pasar ekspor.

MENJADIKAN MEREK ANDA TERBAIK "BE OWN YOUR BRAND"

Membangun merek secara tipikal diidentikkan dengan dunia bisnis, padahal kita masing-masing pun perlu membangun "merek pribadi" untuk memperkuat dan memperdalam hubungan pribadi dan profesional. Dengan gaya yang mudah diterima, Be Your Own Brand memberikan model pengembangan merek yang baru dan menantang-yakni "pengelolaan merek pribadi"-untuk membantu anda agar berhasil membangun merek pribadi berdasarkan nilai-nilai unik dan keyakinan anda sendiri. Di mata David McNally dan Karl Speak, merek adalah suatu hubungan yang istimewa, bukan sekadar pernyataan. Hubungan yang ber-"merek" akan mengarahkan anda menjadi diri anda sendiri yang memiliki kelebihan di dalam semua segi atau bidang kehidupan anda. Buku ini akan membantu anda menciptakan hubungan yang tahan lama seperti halnya yang telah dilakukan merek-merek terbaik di dalam dunia bisnis.
Merek pribadi anda hanya dapat berhasil bila orang lain mengalami nilai-nilai, visi, dan tujuan yang mendorong anda. Pendekatan pengembangan merek yang inovatif ini juga akan bermanfaat bagi segala jenis perusahaan dan organisasi dengan cara memanfaatkan kekuatan atau sumber daya orang-perorang untuk menghidupkan daya pembangunan merek bersama yang terdapat di dalam sebuah organisasi.Buku ini akan memaparkan:
1. Pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip membangun merek yang berhasil
2. Alat-alat yang diperlukan untuk membangun dan mengelola hubungan yang kuat dalam seluruh aspek hidup anda
3. Berbagai strategi untuk menyesuaikan nilai-nilai merek anda dengan nilai-nilai merek perusahaan anda untuk bersama-sama meraih keberhasilan4. Cara-cara untuk secara terus-menerus memperbaiki dan menyempurnakan merek unik anda5. Teknik-teknik manajemen merek pribadi yang sangat jitu untuk membantu anda tetap berada di jalur yang benar

Menganalisa dan Mencermati Pasar Ekspor Produk Pertanian Indonesia

Menganalisa dan Mencermati Pasar Ekspor Produk Pertanian Indonesia

Upaya untuk memperkenalkan produk pertanian baik pasar domestik maupun pasar internasional perlu diperhatikan. Dalam hal ini untuk meningkatkan daya saing produk ekspor pertanian Indonesia diperlukan beberapa langkah khusus yang diperhatikan oleh pelaku usaha agribisnis yaitu:
1. Para pelaku usaha agribisnis harus dapat mengenal pasar dari setiap negara yang menjadi tujuan ekspornya.
2. Untuk suatu transaksi bisnis diharapkan pelaku usaha dapat memperhatikan tipe-tipe dari pembeli. Pelaku usaha harus dapat membedakan apakah sebagai partner mitra usaha ataukah hanya sebagai trader.
3. Pelaku usaha harus dapat menganalisa kondisi perdagangan yang ada dan mengetahui kondisi perdagangan di masing-masing negara.
4. Dalam suatu kegiatan menggarap pasar ekspor, tentunya pelaku usaha harus mengetahui kredibilitas calon buyer dengan menyelidiki status dan kondisi rekanan bisnisnya dalam pola-pola perdagangan untuk tiap-tiap negara tujuan seperti Korea, Jepang, China, Timur Tengah, Africa dan sebagainya.
5. Untuk melakukan transaksi internasional bisnis pelaku usaha harus mengetahui regulasi, hokum dan undang-undang yang berlaku di negara yang menjadi tujuan ekspor. Hal ini untuk mencegah apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terutama pada Terminal handling by Port di negara tujuan seperti masalah kepabeanan dan surat-surat resmi yang harus dilengkapi dengan prosedur yang berlaku.
6. Utamakan produk pertanian yang berkualitas sesuai dengan mutu dan standardisasinya seperti Certificate ISO 22000, SNI, dan sebagainya.
7. Pelaku usaha perlu membuat Roadmap pasar ekspor untuk negara tujuan. Yang bertujuan untuk mengetahui keadaan dn posisi negara dan trend pasar disuatu negara.
8. Dalam hal transaksi bisnis Internasional yang paling penting juga diperhatikan masalah cara pembayaran yang dilakukan apakah pembayaran cash, telegraphic transfer/ TT, Letter of Credit dan sebagainya.

Dengan beberapa kondisi diatas pelaku usaha bidang pertanian semakin kuat memperhatikan posisi masing-masing usahanya didalam upaya pengembangan pasar ekspor. Dimana nantinya diharapkan peningkatan ekspor produk pertanian Indonesia yang berkesinambungan. Indonesia kaya akan sumber daya pertanian dan bagaimana pemanfaatan yang kita lakukan demi kemajuannya tentu dengan berbagai promosi dan misi dagang diberbagai negara dan mengkaji ulang kekuatan dan kelemahan posisi yang berdaya saing. Tentunya Indonesia tidak pernah kalah untuk berdaya saing dengan sesama negara lain seperti Malaysia, Vietnam, Thailand dan sebagainya. Diharapkan dalam analisa dan telaah ini membuka hati bagi para pelaku usaha didukung oleh pemerintah mencoba untuk lebih baik lagi dalam berupaya dan berdaya saing didalam meningkatkan target yang diharapkan.
oleh: Frans Hero Kamsia Purba, MBA

MEMBANGUN DAYA SAING PROMOSI DAN PEMASARAN PASAR EKSPOR

MEMBANGUN DAYA SAING PROMOSI DAN PEMASARAN PASAR EKSPOR PRODUK PERTANIAN

Promosi dan pengembangan didalam memasarkan produk pertanian merupakan suatu hal yang tidak mudah, hal ini ditempuh dengan berbagai upaya didalam memperkenalkan produk pertanian baik pasar domestik maupun pasar internasional. Beberapa langkah yang ditempuh antara lain:
1. Langkah yang dilakukan dengan menggunakan cara yang konvensional dengan melakukan
korespodensi bagi calon pembeli / konsumen yang belum memiliki media lain seperti: telepon,
Fax, Email/Website. Korespodensi dilakukan untuk mencari jaringan pemasaran hasil pertanian
baik bahan baku maupun olahan. Hal ini merupakan cara mudah untuk memperoleh dan mempercepat pemasaran didalam mencari calon buyer / konsumen.
2. Mengirimkan media promosi berupa brosur, iklan media cetak produk pertanian disusul dengan penawaran langsung melalui email, fax, telepon.
3. Ikut berperan aktif dalam beragam pameran yang digelar baik dalam negeri maupun kelas internasional. Hal ini memang cukup memakan biaya tetapi bagi peserta yang masih memiliki modal kecil / UKM dapat menitipkan brosur produk pertanian kepada instansi terkait seperti Departemen Pertanian, BPEN, Departemen Perdagangan dengan jumlah yang ditentukan. Dan berperan aktif bekerjasama dengan pengusaha besar didalam mempromosikan produk-produk pertanian yang dihasilkan.
4. Melalui jaringan internet sebagai sarana media yang dapat dimanfaatkan sebagai suatu media promosi produk pertanian. Apabila memiliki website sendiri maka penjual memasukkan segala jenis produk yang akan ditawarkan kepada pembeli dengan fitur-fitur yang menarik dan penjelasan yang jelas dapat dimengerti oleh konsumen. Dengan membuat website merupakan sarana media Information Technology yang memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli.
5. Ikut berperan aktif dalam menjalin kerjasama dengan KADIN / Chamber of Commerce atau situs internasional ataupun berbaur dengan agriculture Trading dan pemasaran produk pertanian online melalui berbagai website ataupun situs pertanian.
6. Mempesiapkan surat perkenalan usaha komoditi pertanian. Dalam hal ini misalnya ikut berperan serta dalam pameran internasional, maka brosur dan daftar harga agar barang yang ditawarkan kepada konsumen harus jelas disertai dengan contoh barang atau produk pertanian.
7. Mengumpulkan data dan alamat yang lengkap dari media promosi yang dipilih, khususnya
yang menjadi negara-negara sasaran ekspor.
8. Membuat roapmap pemasaran komoditi ekspor pertanian. Untuk mempersiapkan data-data
negara penginpor yang tinggi, dalam hal ini mencari pasar yang potensial untuk ekspor produk
pertanian.
9. Mencari mitra kerjasama usaha. Perlu adanya koordinasi yang dilakukan antara pengusaha
besar dan Pengusaha UKM didalam mencari pangsa pasar ekspor.
10. Menentukan dan menganalisis negara tujuan ekspor. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mutu
produk (product quality), kesanggupan bahan baku, pengiriman produk (time delivery) dan
sebagainya, dan apakah produk kita mempunyai daya saing didalam pasar ekspor dan
mencari calon pembeli yang potensial.

Oleh: Frans Hero Kamsia Purba, MBA