Tuesday, April 3, 2018

Potensi Pengolahan Minyak Pala (Nutmeg Oil) dan Pengembangan Pasar Lokal dan Ekspor



Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan pengekspor biji dan fuli pala terbesar dunia. Pala Indonesia sebagian besar dihasilkan oleh perkebunan rakyat yaitu sekitar 99%, dengan cara penanganan pascapanen yang masih tradisional dengan peralatan seadanya dan dilakukan kurang higienis. Pala (Myristica fragrans) adalah tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan BandaMaluku. Minyak pala adalah minyak atsiri (essential oil) yang diperoleh dari proses penyulingan biji dan fuli buah pala. Pengolahan untuk minyak pala pun terbilang sederhana. Buah pala terlebih dahulu di kupas dan dipisahkan dari bagian daging, biji, dan cempra. Setelah itu, pala dijemur hingga kering. Adapun produksi pala tahun 2009 sebanyak 5.731 ton dari luas lahan pala seluas 11.387 hektar atau meningkat dibandingkan dengan produksi tahun 2006 sebanyak 2.098 ton dari lahan seluas 9.948 hektar. Buah pala yang berasal dari pulau Banda Neira Indonesia adalah jenis buah pala yang memiliki kualitas terbaik di dunia. Adapun khasiat dari buah pala: 1. Buah pala juga bisa di gunakan untuk penyedap atau bumbu masak serta bisa juga sebagai pengawet alami. 2. Buah pala bisa untuk obat sakit gigi karena kandungan minyak pala bisa membantu melawan bakteri yang berada di dalam mulut yang bisa membuat gigi berlubang. Oleskan beberapa tetes minyak pala pada gusi sambil di pijat-pijat untuk mengurangi rasa sakit pada gigi dan gusi. 3. Buah Pala untuk pereda sakit perut karena kandungan senyawa yang berada di dalam buah palaberkhasiat membantu kelancaran saluran pencernaan, untuk masalah diare, gangguan pencernaan, perut kembung, dan lainnya, sejak dulu buah pala sudah dikenal sebagai obat yang mujarab untuk mengobati penyakit tersebut. 4. Buah pala juga bisa mengatasi masalah tidur, dengan sedikit bubuk pala di campur dengan minuman atau susu hangat. Untuk menghilangkan jerawat dan noda buah pala juga sangat berkhasiat dengan cara di tumbuk buah pala hingga halus kemudian di campur dengan susu, aduk hingga menjadi pasta.
Produksi pala Indonesia bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja, tapi juga untuk ekspor dengan memasok hampir 70% kebutuhan pala dunia, terutama minyak pala. Kebutuhan pala baik sebagai bahan rempah makanan maupun bahan industri dapat berupa minyak, biji dan fuli (selaput biji). Minyak pala Indonesia dikenal memiliki kualitas terbaik di dunia, karena kadar terpentinnya lebih rendah dari produk negara lain, sementara biji dan fuli dengan kualitas terbaik berasal dari Granada (Amerika Tengah). Pala merupakan salah satu komoditas ekspor yang penting karena Indonesia merupakan negara pengekspor biji dan fuli pala terbesar yaitu memasok sekitar 60% kebutuhan pala dunia. Pada tahun 2011, nilai ekspor minyak Atsiri tembus Rp. 3,4 trilun, naik 31,27% bila dibandingkan periode Januari-Agustus 2010 sebesar Rp2,6 triliun.Pasar ekspor minyak pala ini adalah negara Uni Eropa dan Amerika Serikat. (Data BPS, bahan artikel media, Litbang Kementan, data diolah F. Hero K. Purba).

No comments: