Wednesday, January 15, 2014

Potensi Peluang Usaha Buah Kesemek dalam Pengembangan Agribisnis



Buah Kesemek Oriental (Chinese/Japanese) persimmon/ Diospyros. merupakan tanaman yang berasal dari benih cenderung bercabang kurus-kurus dan lemah. Di daerah subtropik, perbanyakan kesemek biasanya dilakukan dengan sambungan mata tunas dewasa di atas batang bawah yang berasal dari benih. Pohon kesemek berukuran kecil sampai sedang, 15 m atau kurang, dioesis (dioecious, berumah dua) dan kadang-kadang monoesis, berbatang pendek dan bengkok-bengkok, banyak cabang, serta menggugurkan daun. Daun dalam dua deret, tersusun berseling, bertangkai pendek lk. 3 cm, bundar, bundar telur sampai jorong, 2,5-15 × 5-25 cm, hijau kuning berkilap. Bunga jantan dalam malai pendek berisi 3-5 kuntum, bunga betina soliter, di ketiak daun, berbilangan 4. Buah buni berbentuk gepeng membulat dan bersegi empat, hijau kekuning-kuningan sampai merah, dengan daun kelopak yang tidak rontok.Setek sangat sulit berakar. Buah Kesemek  terdapat senyawa-senyawa antioksidan yang selain berkhasiat untuk mencegah kanker, juga dapat menghambat proses penuaan dini. Mengkonsumsi satu butir kesemek tiap harinya juga sudah terbukti dapat membantu mencegah pengerasan pembuluh darah. Ini karena kesemek mampu menjaga tekanan darah agar tidak melewati ambang batas normal. Dengan terpeliharanya kelenturan pembuluh darah dan stabilnya tekanan darah, secara tidak langsung kesehatan jantung Anda juga akan terpelihara. (Sumber:Berbagai sumber terkait; data diolah F. Hero K. Purba).
Bentuk buah kesemek mirip buah tomat, tapi tekstur daging buahnya agak keras dan renyah. Saat matang, warna kulitnya merah kekuningan dan rasanya manis. Tanaman kesemek berumur 10 tahun, dapat menghasilkan sekitar 500 butir buah kesemek. Kesemek kaya akan senyawa antioksidan, betakaroten, vitamin A dan C, serta serat. Karenanya, konon, buah ini berkhasiat mencegah kanker, menghambat penuaan dini, menyehatkan paru-paru, menguatkan limpa, menurunkan kolesterol, dan mencegah sembelit. Buah kesemek yang muda mengandung zat tanin yang dinamai tanin-kaki, yang menimbulkan rasa sepat pada buah. Zat ini akan berkurang bersama dengan masaknya buah. Tanin-kaki dimanfaatkan untuk mengawetkan berbagai kerajinan tangan, membantu produksi arak-beras di Jepang, serta bahan pengobatan penyakit hipertensi.
Perdagangan buah kesemek ini menghadapi persaingan yang sangat ketat, terutama dalam hal kualitas buah dengan beberapa Negara pengekspor lainnya, seperti Selandia Baru, Australia, Jepang dan Israel. Pada tahun 1986, produksi buah kesemek di Jepang mencapai 291.000 ton dari luas areal tanam 27.000 ha. Di Israel, diketahui dari 1.500 ha areal pertanaman buah kesemek, produksinya dapat diekspor ke negara-negara di Eropa, dan dikenal dengan nama “Sharon fruit”. Buah kesemek yang telah lunak dan masak setelah dipanen sehingga sifat “kekesatan”-nya (astringency) akibat kandungan zat tanin telah hilang dapat dimakan sebagai buah segar karena rasanya yang manis dan tekstur buah cukup keras (PECIS et al., 1986) atau dapat pula diproses menjadi berbagai bentuk makanan olahan lain, seperti dibuat menjadi puree, es krim, selai, jeli, dan lain sebagainya. Adapun beberapa kultivar Astrinjen (astringent cultivars) dapat diproses menjadi bentuk olahan kering, seperti “sale” atau manisan.

No comments: