Monday, February 24, 2014

Potensi Agribisnis Pengolahan Komoditi Pala Sitaro, Sulawesi Utara




Potensi Indonesia kaya akan keanekaragaman komoditas rempah-rempah, beberapa komoditas rempah-rempah yang diperdagangkan di pasar internasional adalah lada, pala, vanila, kayu manis, cengkeh, kapulaga, cabe dan jahe. Dari sekian banyak komoditas rempah-rempah, lada dan pala merupakan komoditas utama dalam perdagangan rempah-rempah dunia, sekaligus merupakan produk ekspor unggulan Indonesia dibandingkan dengan komoditas rempah-rempah lainnya. Bahkan pala dijuluki sebagai “King of Spices“, oleh karena merupakan produk rempah-rempah tertua dan terpenting dalam perdagangan internasional. Di dunia terdapat dua tipe minyak pala, yaitu minyak pala Indian Timur (East Indian) dan minyak pala Indian Barat (West Indian). Minyak pala Indonesia termasuk minyak pala Indian Timur. Minyak pala Indian Timur memiliki berat jenis 0,885– 0,915 g/ml dan larut dalam alkohol 90% (v/ v) dengan perbandingan 1 bagian minyak dan 3 bagian alkohol. Produk dari pala (biji, fuli dan minyak pala) telah diekspor lebih ke 30 negara. Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau Tagulandang Biaro) rata-rata setahun sebesar 3.485,80 ton, sedangkan Fuli sebesar 348,58 ton. Selain sebagai rempah-rempah, pala juga berfungsi sebagai penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan kosmetik. Potensi Pala Lahan terbesar ada di Kecamatan Siau Timur seluas 692,34 hektare, baik yang sudah menghasilkan seluas 566,54 hektare, maupun sisanya 124,81 hektare yang belum menghasilkan. Luas penanaman pala dalam 1 ha dapat meliputi sebanyak 156 pohon. Tanaman pala ini, sudah mulai berbuah pada usia 7 tahun. Apabila sudah produktif, tanaman pala dapat menghasilkan sebesar 8 kg / pohon / tahun. (sumber data BPS, media, data diolah Hero13).

Upaya memberikan nilai tambah/ added value kepada petani serta berdasarkan berbagai pertimbangan lain seperti tingginya permintaan pasar dunia, harga yang menjanjikan, dan peran Indonesia sebagai pemasok utama kebutuhan minyak pala dunia, sudah sepatutnya minyak pala lebih diutamakan sebagai produk ekspor Sulawesi Utara. Kualitas dari pala Sitaro yang terkenal dengan nama Internasional siau  nutmeg, sangat disukai dan merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Menurut data tahun 2011 lalu, volume ekspor biji pala Sulawesi Utara mencapai 1.907 ton dengan nilai produksi 21,526 juta dolar AS, sedangkan untuk fuli volumenya 238 ton dengan nilai produksi 2,145 juta dolar AS. Sementara untuk tahun 2010 volume ekspor biji pala hanya 657 ton dengan nilai produksi 7 juta dolar AS, sedangkan fuli sekira 238 ton dengan nilai produksi 2,14 juta dolar AS.  Kabupaten Kepulauan Sitaro merupakan salah satu sentra produksi pala di Indonesia. Produksi dan mutu pala Sitaro tidak kalah saing dengan pala Maluku Utara dan Banda. Kontribusi pala terhadap pendapatan dari sektor perkebunan Kabupaten Kepulauan Sitaro cukup besar. Diharapkan prospek masa yang akan datang pala dari Kabupaten Kepulauan Sitaro dapat berkembang dengan baik melihat potensi dan prospek dari produk olahan pala.

No comments: