Monday, December 1, 2014

Potensi Perkembangan Jagung dalam Pemasaran Internasional



Perkembangan produksi jagung di Amerika Selatan, produksi jagung tahun 2014 diperkirakan sebesar 111 juta ton, turun 10% dibanding tahun lalu, namun masih 14% lebih tinggi dibanding rata-rata produksi kawasan tersebut dalam 5 tahun terakhir. Turunnya produksi tercermin dari turunnya panen di Argentina, akibat cuaca yang tidak mendukung, dan rendahnya musim tanam kedua di Brazil. Di Amerika Tengah, output jagung di Meksiko diperkirakan sebesar 21 juta ton, sekitar 7% lebih rendah dibanding tahun lalu. Penurunan ini dikarenakan turunnya penanaman akibat harga yang lebih rendah.Potensi dalam prospek produksi jagung pada 2013 cukup bagus dan diprediksi mampu mencapai target 19,83 juta ton. Guna mencapai target tersebut, diperlukan luas tanam jagung 4,25 juta hektare dan luas panen sekitar 4,04 juta hektare dengan produktivitas 4,91 ton per Ha. Menurut data bahwa menurunnya produksi jagung ini jelas mempengaruhi harga penjualan jagung (Zea mays L.). Berdasarkan data International Grains Council, tahun depan produksi jagung dunia akan mengalami kenaikan sebesar 10% seiring dengan adanya kebijakan perluasan lahan jagung di Amerika Serikat. Tahun lalu jumlah produksi jagung dunia mengalami kenaikan sebesar 78 juta ton menjadi 939 juta ton. Harga corn futures (kontrak untuk pengiriman jagung di masa depan) naik menjadi US$ 8,90 per bushel, dari sebelumnya hanya US$ 5 pada awal bulan Juni 2012. Hal senada juga diungkapkan Badan Urusan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Berdasarkan pantauan, indeks harga jagung internasional saat ini naik 6 persen dibanding bulan Juni akibat kemarau panjang. Selain itu, harga sereal jagung juga naik 17 persen. angka ramalanIII Badan Pusat Statistik (BPS), panen jagung tahun 2011 sebesar 17,23 juta ton. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan produksi tahun 2010 sebesar 18,33 juta ton.
Untuk kebutuhan jagung di dalam negeri pada tahun ini mencapai 22 juta ton sehingga kebutuhan jagung dipasok melalui impor. Untuk nilai impor jagung sepanjang periode Januari-November 2011 mencapai 967,33 juta dollar AS. Nilai impor ini melampaui realisasi impor jagung selama jangka waktu yang sama pada 2010 sebesar 1,52 juta ton dengan nilai 369,07 juta dollar AS. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan swasembada jagung pada 2007, dengan target produksi 15 juta ton lantaran kebutuhan konsumsi dan industri pakan ternak yang melonjak. Diharapkan dalam pencanangan swasembada agribisnis jagung 2007 dapat berjalan dengan baik sesuai dengan mutu bibit tanaman jagung yang berkualitas didalam pengembangannya. Dimana dengan terbatasnya persediaan jagung dunia untuk ekspor dan meningkatnya permintaan etanol berpotensi menciptakan ekspektasi kenaikan harga jagung di pasar dunia untuk beberapa tahun ke depan, Indonesia diharapkan dapat mampu menangkap peluang pasar ini menjadi salah satu acuan untuk mencari celah pasar kebutuhan konsumen di pasar dunia. Produksi jagung tahun 2010 ditargetkan akan mencapai 19,8 juta ton, namun kenyataannya hanya mencapai 17,9 juta ton. (Sources data Tempo, Kompas,berbagai sumber terkait, data diolah F. Hero K. Purba).
Produsen utama jagung dunia adalah Amerika Serikat menghasilkan hampir 40% dari produksi jagung dunia, sedangkan Cina berkontribusi sebesar 20% dari produksi dunia .Amerika dan China merupakan dua negara ini mampu mengekspor jagung setelah berhasil dalam mendorong produksi yang tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Menurut survey tahun 2011 sementara itu Indonesia pada pringkat ke 12 dengan produksi rata-rata pertahun 8100 Metric Ton per tahun. AS mengolah 79,3 juta hektar lahan untuk tanaman jagung. China menanam jagung di atas lahan seluas 74,3 juta hektar.Menurut kurun waktu lima tahun terakhir, sekitar 60 persen dari total 786 juta ton produksi jagung dunia dihasilkan oleh AS dan China. Dalam periode yang sama, ekspor jagung AS rata-rata mencapai 52 juta ton per tahun. Ekspor jagung di AS sudah dimulai tahun 1989-1990. China pun sudah mengalami ekspor jagung yang tinggi tahun 2002, dengan volume mencapai 15,2 juta ton.Berdasarkan data Dinas Luar Negeri Pertanian USDA, produksi jagung di Argentina akan turun menjadi 21,2 juta ton di tahun panen yang dimulai 1 Maret, dibandingkan dengan 23,6 juta tahun sebelumnya. Seiring dengan Permintaan jagung di pasar domestik dan pasar dunia terus meningkat seiring dengan berkembangnya industri pakan dan pangan. Dalam hal ini mencermati perkembangan harga internasional dan dalam upaya meningkatkan daya saing jagung di pasar domestik maupun pasar luar negeri, pemerintah perlu menerapkan strategi kebijakan perdagangan yang efektif, sehingga mampu mewujudkan ketersediaan pasokan komoditas jagung dan pengamanan harga jagung di tingkat petani. Meningkatnya pendapatan per kapita menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap produk turunan jagung.

No comments: