Monday, July 8, 2013

Pengembangan Pengolahan Kompos dan Biogas “Gapoktan KLP Panca Karya" Sebagai Bahan Bakar Alternatif



Gapoktan KLP Panca Karya yang berdiri tahun 2010, telah mengembangkan pengolahan kotoran sapi menjadi biogas dan kompos. Pengolahan kotoran sapi, menjadi bio gas tersebut prosesnya sangat mudah, dan semua orang bisa melakukan. Sudah banyak masyarakat khususnya kota memanfaatkan limbah kotoran sapi sebagai sumber energinya. Berdasarkan cara pengolahan kotoran ternak sapi bahwa dalam proses pengomposan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: 1. Kelembapan timbunan bahan kompos, berpengaruh terhadap kehidupan mikrobia, agar tidak terlalu kering atau basah dan tergenang. 2. Aerasi timbunan, berhubungan erat dengan kelengasan. 3. Temperatur harus dijaga tidak terlampau tinggi (maksimum 600C), dan juga dilakukan pembalikkan untuk menurunkan temperatur. 3. Suasana, dalam pengomposan menghasilkan asam-asam organik sehingga pH turun, untuk itu diperlukan pembalikkan. 4. Netralisasi keasaman, dapat dilakukan dengan menambah kapur seperti dolomit atau abu. 5. Kualitas kompos, dapat diberi pupuk seperti P untuk meningkatkan kualitas kompos. Kotoran ternak merupakan hasil sampingan dari kegiatan memelihara ternak , selain hasil utamanya berupa daging, telur dan susu, kotoran dari ternak pun bisa di manfaatkan menjadi energi alternatif (biogas) yang ramah lingkungan.Pemanfaatan kotoran sapi sebagai sumber energi dan juga didalam pembuatan kompos. Pemerintah akan terus mengembangkan dan mengintensifkan dalam pengembangan energi terbarukan melihat semakin menipisnya cadangan sumber energi yang ada. Berdasarkan data bahwa sumber energi yang saat ini ada saat ini akan habis cadangannya seiring dengan meningkatnya konsumsi. Adapun menurut umur sumber energi minyak bumi diperkirakan hanya cukup untuk 23 tahun, gas bumi antara 55 hingga 60 tahun, dan batubara masih sekira 120 tahun.
Besarnya konversi energi yang dihasilkan dari biogas hasil kotoran sapi tersebut dan bagaimana mensosialisasikan produk biogas tersebut kepada masyarakat sehingga dapat dijadikan sebagai rintisan wirausaha baru. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah a). Memberi masukan kepada masyarakat tentang pemanfaatan residu biogas dari kotoran ternak bagi kepentingan masyarakat petani dan peternak. b).Memberikan informasi kepada masyarakat tentang aspek sosio-kultural penerapan teknologi biogas dalam rangka perintisan wirausaha baru. Manfaat energi biogas adalah menghasilkan gas metan sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dapat dipergunakan untuk memasak. Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman/budidaya pertanian. (Sumber data: Gapoktan KLP Panca Karya, data diolah Hero13)
Untuk pemanfaatan limbah peternakan (kotoran ternak) merupakan salah satu alternatif yang sangat tepat untuk mengatasi naiknya harga pupuk dan kenaikan dan kelangkaan bahan bakar minyak. Apalagi pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber bahan bakar dalam bentuk biogas. Diharapkan pengembangan pengembangan potensi biogas dan kompos dapat lebih ditingkatkan bagi kepentingan masyarakat.

No comments: