Monday, April 1, 2013

Potensi Andaliman dalam Peluang Usaha Agribisnis sebagai Bumbu Masakan Khas Nusantara



Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) yang memiliki aroma jeruk yang lembut namun "menggigit" sehingga menimbulkan sensasi kelu atau mati rasa di lidah, meskipun tidak sepedas cabai atau lada. Andaliman tumbuh sebagai pohon berbatang kuas, bukan merambat. Batang - batangnya berdahan banyak, daunnya kecil-kecil mirip seperti bunga Mawar. Merica Batak ini ternyata bukan menjadi milik Batak dan Sunda semata. Bahkan, masyarakat dunia turut mengonsumsinya. Negara-negara di Asia, seperti Thailand, Nepal, India, China, Jepang, Korea, Tibet, dan Bhutan juga mengenal buah ini. Dikenal sebagai Sichuan pepper di Amerika, merica Batak ini bisa diperoleh pula di asian food store bagi gerobak yang tinggal di negeri orang dan ingin masakan kampung. Penjualannya dalam bentuk segar, dan yang membeli hanya etnis Batak, walau pun harganya selalu berkisar Rp 100.000 – Rp 200.000 per kilogram. (Sources: Wikipedia, data media terkait, data diolah F. Hero Purba).
Jika kita menikmati makanan khas seperti arsik ikan mas pasti tidak tahu bedanya, tetapi kalau orang tua kita pasti tahu apa yang kurang. Arsik ikan mas merupakan salah satu jenis makanan tradisional suku Batak, baik itu Toba, Simalungun, Tapanuli, Pakpak dan Karo.
Pertumbuhan dari habitat tumbuh andaliman berada pada ekosistem > 900 meter di atas permukaan laut, curah hujan 2500 mm per tahun, jumlah hari hujan 170 – 180 hari/tahun. Tipe tanah lempung berpasir. Habitat tanaman ini di daerah Humbang, Silindung, Toba Holbung, Kecamatan Parbuluan, Dairi. Belum pernah ada yang melaporkan dari daerah lain tentang tanaman andaliman. Di Tibet juga ada mirip andaliman, tetapi ada juga perbedaannya yang disebut Sichuan Pepper. Andaliman ini cocok juga kalau diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan nama Batak Pepper atau Medan Pepper (merica Medan). Di Jepang ada yang mirip andaliman yang disebut Sansho (Zanthoxylum piperetum). Tanaman ini sudah dikembangkan mereka berguna sebagai diaphoretic, antipasmodic, antidiarheic, stomavhic dan vermifuge. Selain di Sumatera Utara, andaliman yang masuk dalam famili Rutacea (family jeruk-jerukan) terdapat di India, RRC, dan Tibet. Bentuknya mirip lada (merica) bulat kecil, berwarna hijau, tetapi jika sudah kering, agak kehitaman. Bila digigit tercium aroma minyak atsiri yang wangi dengan rasa yang khas-getir-sehingga merangsang produksi air liur. Andaliman lebih terkenal di Asia seperti di China, Jepang, Korea, dan India. Sebutan kerennya szechuan pepper. Andaliman diduga mengandung senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antimikroba dan antioksidan. Di bidang pangan antioksidan digunakan untuk melindungi lemak/minyak terhadap kerusakan oksidatif. Dalam kaitan dengan aplikasinya, aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh system pangan merupakan medium bagi antioksidan tersebut. Proses panas yang diterapkan pada pengolahan pangan serta pH makanan turut pula mempengaruhi kestabilan aktivitas antioksidan.  Andaliman juga kaya akan vitamin C dan E yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Potensi pengembangan usaha Andaliman ini merupakan prospek yang cerah sebagai bahan bumbu masakan seperti lada dan cabai, diharapkan aneka bumbu nusantara dapat lebih dikembangkan lagi dalam prospek pengembangan agribisnis bagi petani dan perluasan akses pasar.

1 comment:

Mourice Damanik said...

Siang pak
kita sangat butuh informasi dan relasi untuk bisa ekspor andaliman ini.
terimakasih.