Friday, May 2, 2014

Potensi Pengembangan dan Pemasaran Kayu Manis (Casiavera)




Produk pohon kayu manis dalam perdagangan internasional dikenal dengan nama cinnamon dan cassia. Masing-masing dalam bentuk kulit kayu, minyak atsiri dan oleoresin. Minyak atsiri diperoleh dengan cara penyulingan kulit kayu dan daun, sedang oleoresin hasil ekstraksi kulit kayu dengan menggunakan pelarut organik tertentu. Kayu manis / Casiavera asal Kerinci menguasai 80% pasar eropa, namun harga jual kayu manis di tingkat petani belum juga terangkat. Saat ini harga kayu manis di kerinci berkisar Rp. 5.000,- hingga Rp. 10.000 per kg, sementara di pasar eropa harganya mencapai Rp. 205.000/kg untuk kayu manis kualitas biasa dan Rp. 450.000/kg untuk kayu manis kualitas terbaik. (Sumber: media terkait dan sumber Dinas terkait, data diolah F. Hero K. Purba).
Cassiavera/ Kayu Manis/ Kulit Manis bermanfaat untuk mengobati timbunan lemak di Hati, Anti kanker, Antimikroba, asam urat, radang sendi dan mencegah penuaan dini. “Selain bahan mentah untuk makanan dan minuman, produk ini juga bermanfaat untuk obat, industry komestik, minuman keras, rokok, roti dan permen serta insdutri pestisida. Untuk daerah Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, total luas areal penanaman kayu manis di Kab. Kerinci mencapai sekitar 30.000 hektar. Sementara di seluruh Provinsi Sumetera Barat hanya sekitar 7.000 hektar.  Demikian terkenalnya Kab. Kerinci sebagai penghasil kayu manis, sampai-sampai nama "Korinci" pun menjadi standar produk kayu manis di pasar dunia. Komoditi Kayu manis termasuk dalam famili Lauraceae. Rempah-rempah ini diduga berasal dari Sri Lanka dan India Selatan, meski tumbuh subur di Jawa, Sumatera, India Barat, Brasil, Vietnam, Madagaskar, dan Mesir. Di dunia internasional, kayu manis dikenal dengan nama cinnamon, yang berasal dari bahasa Yunani kinnamon. Dengan terbatasnya kemampuan petani dalam pengembangan produk olahan kayu manis mengakibatkan petani hanya mendapatkan keuntungan yang kecil dari hasil penjualan. Pengolahan lebih banyak dilakukan oleh para eksportir untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri seperti permintaan dari Amerika, Jepang, Jerman, Belanda, Belgia, Venezuella, Hungaria, Mexiko, Yunani, Kanada, dan Singapura Pada tahun 2005 komposisi ekspor sebagian besar dalam bentuk kayu manis (95 persen) dan sisanya berupa bubuk kayu manis (Towaha dan Indriati, 2008). Oleh karena itu, eksportir merupakan pihak yang menerima market share yang terbesar dari pemasaran kayu manis/ casiavera ke luar negeri. Sebagai contoh penggunaan kayu manis sebagai obat sudah dipatenkan di Amerika Serikat dengan merk dagang Cinulin. Cinulin digunakan untuk menjaga kadar gula penderita diabetes melitus, yakni mereka yang tidak bisa memenuhi kebutuhan insulin. Dalam hal ini budidaya tanaman kayu manis, pemeliharaan merupakan hal yang sangat penting karena hal ini menyangkut perkembangan bibit yang anda tanamkan. Diharapkan kayu manis sebagai salah satu komoditas agribisnis yang potensial dalam pengembangannya.

No comments: