Tuesday, June 26, 2012

Pro Poor Membangkitkan Bangsa Keluar dari Garis Kemiskinan


Fenomena dalam kehidupan menunjukkan bahwa penyebab kemiskinan tidak dapat dipandang sama rata pada seluruh daerah. Pemerintah telah berupaya untuk menanggulangi dan mengurangi angka kemiskinan diantaranya pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach), pendekatan pendapatan (income approach), pendekatan kemampuan dasar (human capability approach) dan pendekatan objective and subjective. (Berbagai sumber terkait, newspaper, Friedmann, 1992: 89, erabaru, Kompas, photo from amindwanderer, data diolah F. Hero K. Purba). Kemiskinan berbeda dengan ketimpangan distribusi pendapatan (inequality). Kemiskinan berkaitan erat dengan standar hidup yang absolut dari bagian masyarakat tertentu, sedangkan ketimpangan mengacu pada standar hidup relatif dari seluruh masyarakat.

Menurut kajian kemiskinan oleh Milton Friedman, Professor Emeritus of Economics at the University of Chicago, 1992: 89) sebagai berikut: 1. Poverty line (garis kemiskinan). Yaitu tingkat konsumsi rumah tangga minimum yang dapat diterima secara sosial. Hal ini biasanya dihitung berdasarkan income yang dua pertiganya digunakan untuk “keranjang pangan” yang dihitung oleh ahli statistik kesejahteraan sebagai persediaan kalori dan protein utama yang paling murah. 2. Absolute and relative poverty (kemiskinan absolut dan relatif). Kemiskinan absolut adalah kemiskinan yang jatuh dibawah standar konsumsi minimum dan karenanya tergantung pada kebaikan (karitas/amal). Sedangkan relatif adalah kemiskinan yang eksis di atas garis kemiskinan absolut yang sering dianggap sebagai kesenjangan antara kelompok miskin dan kelompok non miskin berdasarkan income relatif. 3. Deserving poor adalah kaum miskin yang mau peduli dengan harapan orang-orang non-miskin, bersih, bertanggungjawab, mau menerima pekerjaan apa saja demi memperoleh upah yang ditawarkan. 4. Target population (populasi sasaran adalah kelompok orang tertentu yang dijadikan sebagai objek dan kebijakan serta program pemerintah. Mereka dapat berupa rumah tangga yang dikepalai perempuan, anak-anak, buruh tani yang tak punya lahan, petani tradisional kecil, korban perang dan wabah, serta penghuni kampung kumuh perkotaan.

Bagaimana Negara China Mengatasi Kemiskinan? Pemerintah China secara tidak langsung mampu memindahkan tenaga kerja di sektor pertanian ke industri, termasuk industri pengolahan berbasis pertanian. Jumlah petani yang bekerja di ladang pun berkurang.”Jika 30 tahun lalu tenaga kerja di pertanian 600 juta, sekarang tinggal 300 juta,” katanya. Penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian diiringi peningkatan pendapatan petani dan para petani yang beralih bekerja ke sektor industri. Saat ini populasi penduduk China sekitar 1,2 miliar jiwa.Pemerintah China menyadari akan hal ini serta lahan pertanian tidak bertambah luas. Sementara populasi penduduk terus bertambah. Meningkatnya jumlah penduduk yang menjadi petani dan bekerja di ladang menyulitkan peningkatan pendapatan mereka mengingat lahan yang bakal dikelola petani makin sempit. Salah satu dimensi kemiskinan di Indonesia yang jarang diketahui oleh sebagain kita adalah tingginya jumlah penduduk hampir miskin. Saat ini jumkah mereka mendekati 30 an juta. Mereka tidak miskin−menurut konsep BPS, karena berpengeluaran di atas garis kemiskinan−tapi sangat rentan untuk menjadi miskin. Sedikit gejolak ekonomi saja akan menjadikan mereka jatuh miskin. Sehari-hari kondisi mereka mungkin tidak jauh berbeda dengan penduduk miskin. Karena pada dasarnya, selisih pengeluaran mereka dengan penduduk miskin tidak lebih dari 20 persen. China dengan penduduk tidak kurang dari 1,3 miliar orang, juga telah berhasil membawa 66 persen penduduknya menjadi kelompok kelas menengah dan menengah atas. Sementara Indonesia yang memulai industrialisasi lebih dulu, hingga tahun 2009 hanya mampu memiliki 10,6 persen penduduk yang tergolong kelas menengah dan menengah atas. China juga mengeluarkan dana sebesar 130 miliar yuan untuk subsidi per tahun dan pemberian jaminan sosial sebesar 1.400 yuan per orang per tahun untuk 52 juta orang tiap tahun. Selain hal itu, pemerintah juga memberikan dana bantuan 500 yuan untuk tambahan pendapatan orang miskin di China yang sekitar 5.919 yuan per tahun. Hal yang terpenting untuk mengatasi penanggulangan kemiskinan yakni membuka akses peluang kerja dan wirausaha mandiri, serta pencapaian target pembangunan yang merata.

No comments: