Friday, May 4, 2012

Pemanfaatan Produk Ramah Lingkungan (Eco Green) bernilai Ekonomis untuk Pemberdayaan Masyarakat


Pembuatan produk ramah lingkungan di Indonesia merambah industri kecil dan menengah. Ada beberapa lini usaha yang mendaur ulang sampah bungkus sabun, deterjen, kopi, dan produk serupa dan mengubahnya jadi aksesoris seperti tas, dompet dan lain-lain. Aktivitas pada industri yang ada saat ini bisa dipandang sebagai suatu "ekosistem industri", karena melibatkan arus material dan energi yang berasal dari lingkungan. Sehingga industri yang menyebabkan percepatan aliran material dan energi dari sumbernya di ekosistem sekaligus mengancam keberadaan planet bumi. Karena industri membuang emisi pollutant ke udara, limbah cair dan padat, B3, dan pollutant lain masuk dalam rantai sistem makanan. Sekali masuk dalam ekosistem dalam rantau makanan, seperti pollutant beracun, logam berat, peptisida dan herbisida dalam produk pertanian, menyebabkan penyakit dan kanker bagai manusia. Sedemikian juga bila merusak lapisan ozone, dan membuat penumpukan gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global dan seterusnya. Produk Eco Green sebagai salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan.

Konsep dari Eco-green Product merupakan salah satu konsep pengelolaan dan produksi material yang diupayakan untuk selalu ramah lingkungan. Dalam pengembangan produk eco-green product tidak saja akan berpotensi meningkatkan ekspor, tetapi juga akan menjadi benteng perekonomian nasional, khususnya dalam menghadapi penetrasi pasar produk impor yang secara gencar menyerbu pasar dalam negeri. Untuk memproses produk yang ramah lingkungan baik dari plastic misalnya: Berdasarkan data bahwa hamper setiap tahun, sekitar 500 milyar-satu triliun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya dan lebih dari 17 miliar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik juga menjadi salah satu penyebab perubahan iklim utama di mana sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer.Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik juga mengeluarkan gas rumah kaca.

Adapun yang menjadi tujuan dalam melestarikan lingkungan melalui pengolahan Eco green produk adalah dalam makna Hidup Hijau, Mengurangi pemanasan global, Menghemat energy. Pilihan gaya hidup yang ramah lingkungan dan putuskan untuk membeli barang-barang yang ramah lingkungan sehingga dapat membantu mempertahankan lingkungan dari pada menguranginya. Untuk mengurangi pemanasan global mungkin tampak seperti tugas yang menakutkan, tapi jika setiap dari kita membuat komitmen untuk mengambil langkah-langkah sekarang, kita dapat membuat rencana. Sebagai contoh, jika setiap keluarga di Indonesia mengganti satu bola lampu biasa dengan neon kompak, milyaran pon gas rumah kaca akan dihilangkan.. Serta untuk melindungi lingkungan dengan membuat suatu komitmen setiap hari yang memungkinkan bahwa kita menggunakan energi lebih sedikit. Pelestarian lingkungan dengan mengolah produk limbah ataupun samapah menjadi berdaya guna menjadu Eco Green-Product akan menyelamatkan dunia dan memiliki juga nilai tambah yang bermanfaat dan berkelanjutan. (Berbagai sumber media terkait, dan data diolah F. Hero K. Purba)

1 comment:

adi riksan said...

Isu ramah lingkungan menjadi momok yang sangat menakutkan saat ini, kita harus peduli terhadap kelestarian alam dengan membeli produk2 yang ramah lingkungan. Terimakasih sudah berbagi, .