Wednesday, September 5, 2012

Potensi Pemanfaatan Minyak Atsiri Mawar dalam Peluang Bisnis


Indonesia memasok 60% kebutuhan minyak asiri dunia. Mawar (Rosa canina) juga dapat dijadikan salah satu atsiri yang sangat potensial. Mawar adalah salah satu bunga yang paling populer dan dibudidayakan di seluruh dunia. Sebagian besar mawar umumnya jinak yang berasal dari Timur Tengah dan Asia. Namun, Eropa, Afrika dan Amerika Utara semua memiliki spesies mereka sendiri asli dari mawar. Catatan sejarah menunjukkan bahwa mawar telah dibudidayakan selama lebih dari 2.000 tahun, terutama di selatan Eropa, Afrika Utara, dan Asia Tengah. Popularitas mawar, dan sejarah panjang pembiakan selektif, telah menyebabkan ekspansi besar-besaran dalam jumlah spesies dan hibrida. Saat ini ada lebih dari 100 spesies yang berbeda dari mawar dan ribuan hibrida diakui. Mawar merupakan tanaman liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter. Minyak asiri yang paling mahal salah satunya adalah minyak mawar. Di tingkat penyuling harga minyak mawar sampai mencapai Rp75 juta - Rp 140 juta per kg. Sedangkan minyak melati mencapai Rp. 35 juta per kg. Untuk kebutuhan minyak mawar dunia sebanyak 70%-80% dipenuhi oleh pusat penyulingan mawar di Bulgaria sedangkan sisanya dipenuhi oleh Iran dan Jerman. Penyulingan minyak mawar di Bulgaria, Iran, dan Jerman menggunakan mawar damaskus Rosa damascena 'Trigintipetala,' sedangkan penyulingan di Perancis menggunakan jenis Rosa centifolia. Minyak mawar berwarna kuning pucat atau kuning keabu-abuan juga disebut minyak 'Rose Absolute' untuk membedakannya dengan minyak mawar yang sudah diencerkan.

Mawar adalah salah satu bunga yang paling populer dan dibudidayakan di seluruh dunia. Sebagian besar mawar umumnya jinak yang berasal dari Timur Tengah dan Asia. Namun, Eropa, Afrika dan Amerika Utara semua memiliki spesies mereka sendiri asli dari mawar. Catatan sejarah menunjukkan bahwa mawar telah dibudidayakan selama lebih dari 2.000 tahun, terutama di selatan Eropa, Afrika Utara, dan Asia Tengah. Popularitas mawar, dan sejarah panjang pembiakan selektif, telah menyebabkan ekspansi besar-besaran dalam jumlah spesies dan hibrida. Saat ini ada lebih dari 100 spesies yang berbeda dari mawar dan ribuan hibrida diakui. Di luar penggunaan dekoratif bunga mawar, beberapa bagian tanaman telah digunakan dalam aplikasi kuliner dan obat. Minyak esensial mawar memiliki sejarah panjang digunakan sebagai bahan dalam parfum. Ekstrak air mawar, yang merupakan produk sampingan dari produksi minyak esensial, juga digunakan untuk penyedap makanan tertentu. Pinggul Rose, yang merupakan buah merah yang mengikuti bunga, sangat tinggi vitamin C dan digunakan untuk membuat jeli dan mempertahankan lainnya. Minyak mawar sebagian larut dalam air suling, dan hanya sebahagian terpisah dari kondensat. Oleh karena itu air suling yang dihasilkan dari proses penyulingan air, harus disuling kembali, untuk memisahkan minyak yang larut dalam air suling tersebut. Minyak esensial mawar dan air mawar yang digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit. Ada klaim bahwa kedua produk yang bermanfaat untuk warna kulit dan untuk mengobati kulit berminyak. Ada penelitian langsung sangat sedikit atau bukti mengenai manfaat minyak esensial mawar untuk pengobatan acne vulgaris. Namun, beberapa senyawa yang melimpah dalam minyak mawar, seperti sitronelol dan geraniol, telah terbukti cukup beracun terhadap bakteri yang paling bertanggung jawab untuk jerawat, Propionibacterium acnes. Tanaman mawar biasanya dipropagasi secara konvensional. Pemuliaan tanaman mawar secara konvensional menghasilkan ribuan hibrida dan kultivar yang sebagian besar merupakan bunga ganda dengan daun mahkota berlapis hasil mutasi benang sari menjadi daun mahkota tambahan.

3 comments:

Jack Frost said...

aku mau tanya tentang minyak atsiri dari bunga mawar,...
karena saya sekarang ambil judul penelitian tentang OPTIMALISASI EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI BUNGA MAWAR DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS PENGEKSTRAK KAJIAN LEMAK DINGIN, LEMAK PANAS DAN PELARUT..

*** kalau untuk minyak atsiri dr bunga mawar, itu harus membutuhkan beberapa kg bahan dr bunga mawar, untuk bisa menghsilkan minyak atsiri???

*** untuk pelarut apa yang paling baik atau cocok untuk ekstraksi minyak atsiri dari bunga mawar???

Jack Frost said...

1.Apakah optimalisasi ekstraksi minyak mawar akan menghasilkan minyak rendemen lebih banyak ?

2.Jenis pelarut apa yang paling baik untuk memperoleh ekstraksi minyak mawar ?

aisoice !!! said...

Terima kasih infonya gan.
Lumayan buat nambah wawasan.

Gema Parfum :
Parfum terwangi di dunia.

----------