Friday, September 28, 2012

Potensi Produk Olahan Kakao dalam Pengembangan Pasar serta Prospek Daya Saing Produk Pada Pemasaran Domestik dan Ekspor



Potensi dan peluang produk olahan Kakao minat masyarakat untuk dibudidayakan dan diolah menjadi produk yang bernilai tinggi. Buah yang memiliki nama latin Theobroma Cacao L tersebut, kini menjadi salah satu komoditi ekspor yang mampu menambah penghasilan devisa negara setiap tahunnya. Salah satu hasil olahan kakao yang menjadi komoditas ekspor adalah produk cokelat Pengolahan dari buah kakao menjadi kunci utama kualitas produk hasil kakao, karena dalam proses tersebut terjadi pembentukan fisik, cita rasa, serta faktor lain yang menjadi standar produk kakao berkualitas. Selain dalam hal tersrbut khasiat coklat dari chocolate shop untuk kesehatan adalah sebagai antioksidan, antioksidan dalam coklat untuk chocolate souvenir diperoleh dari biji kakao yang mengandung antioksidan flavonoid yang berguna untuk menahan radikal bebas.
Dalam proses penanganan pasca panen dan pengolahan biji kakao perlu diperhatikan  berbagai aspek yang dapat mempertahankan kualitas biji kakao tersebut. Salah satu hal terpenting yaitu pada proses penyangraiannya. Menurut Susanto (1994), jenis yang paling banyak ditanam untuk produksi coklat hanya 3 jenis, yaitu : 1. Jenis Criollo: Jenis Criollo terdiri dari Criollo Amerika Tengah dan Criollo Amerika Selatan. Jenis ini menghasilkan biji coklat yang mutunya sangat baik dan dikenal sebagai coklat mulia. Buahnya berwarna merah atau hijau, kulit buahnya tipis dan berbintil – bintil kasar dan lunak. Biji buahnya berbentuk bulat telur dan berukuran besar dengan kotiledon berwarna putih pada waktu basah. 2. Jenis Forastero: Jenis ini menghasilkan biji coklat yang memiliki mutu sedang atau dikenal juga sebagai Ordinary cocoa. Buahnya berwarna hijau, kulitnya tebal, biji buahnya tipis atau gepeng dan kotiledon berwarna ungu pada waktu basah. 3. Jenis Trinitario : Merupakan campuran dari jenis Criollo dengan jenis Forastero. Coklat Trinitario menghasilkan biji yang termasuk fine flavour cocoa dan ada yang termasuk bulk cocoa. Buahnya berwarna hijau atau merah dan bentuknya bermacam – macam. Biji buahnya juga bermacam – macam dengan kotiledon berwarna ungu muda sampai ungu tua pada waktu basah. Untuk industri Pengolahan kakao nasional memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan mengingat ketersediaan bahan baku biji kakao yang cukup melimpah di dalam negeri. Selama ini, Indonesia tercatat sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Pada 2010 produksi biji kakao Indonesia mencapai 600.000 ton. (Sources data, media terkait, artikel, data diolah F. Hero K. Purba).
Sementara itu bila dilihat berdasarkan data bahwa ekspor biji kakao sampai dengan Mei 2011 mencapai 97.265 ton, turun dibandingkan dengan ekspor Jan-Mei 2010 sebesar 158.855 ton. Sedangkan ekspor kakao olahannya meningkat pada periode Jan-Mei 2011 sebesar 55.651 ton dibandingkan Jan-Mei 2010 sebesar 35.508 ton. lndonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah negara Pantai Gading dan Ghana. Tiga besar negara penghasil kakao sebagai berikut: Pantai Gading (1.276.000 ton), Ghana (586.000 ton), Indonesia (456.000 ton). Luas lahan tanaman kakao Indonesia lebih kurang 992.448 Ha dengan produksi biji kakao sekitar 456.000 ton per tahun, dan produktivitas rata-rata 900 Kg per ha.  Diharapkan Indonesia dapat meningkat produk industri kakao olahan dalam pencapaian pangsa pasar target ekspor yang merupakan salah satu komoditas unggulannya.

2 comments:

litnalitna said...

pak, saya mau tanya..
pemerintah menetapkan pajak ekspor biji kering kakao tahun 2010 kmren dan ternyata ada pengaruh kebijakan tersebut terhadap pendapatan petani.
jadi saya mau melakukan penelitian untuk skripsi saya mengenai dampak pajak ekspor tersebut terhadap pendapatan petani. bisa kasih saran pak?

Toko Online Kalistajaya said...

mg bermanfaat n sukses buat agan..