Wednesday, January 16, 2013

Pengembangan Pengolahan Gambir (Uncaria Roxb) dan Peluang Ekspor


 Pengolahan dari Gambir yang dihasilkan mempunyai warna beragam mulai dari kuning, kuning kecoklatan sampai dengan coklat kehitaman. Selain itu bentuk cetakannya beragam mulai dari ukuran diameter 1,5 cm sampai 2 cm dengan ketebalan 2 cm sampai 2,5 cm hingga ukuran berbentuk batok kelapa dengan diameter 9 cm sampai 12 cm dan ketebalan 2 cm sampai 3 cm. Keterbatasan modal usaha petani gambir untuk membeli alat pengempa modern dalam pengembangan usahanya, menyebabkan petani lebih memilih alat pengempa daun gambir yang mudah dan murah dalam pembuatannya. (Berbagai sumber media terkait, data litbang, data daerah, data diolah F. Hero K. Purba). Manfaat Gambir adalah sejenis getah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama sama (Uncaria gambir Roxb). Manfaat Gambir Di Indonesia pada umumnya digunakan pada menyirih. Kegunaan yang lebih penting adalah sebagai bahan penyamak kulit dan pewarna. Gambir mengandung katekin (catechin), suatu bahan alami yang bersifat antioksidan. Pengembangan Gambir (Uncaria gambir Roxb-red) merupakan sejenis getah yang dikeringkan, berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama (Uncaria gambir Roxb-red). Di Indonesia gambir pada umumnya digunakan untuk menyirih. Kegunaan yang lebih penting adalah sebagai bahan penyamak kulit dan pewarna. Gambir juga mengandung katekin (catechin), suatu bahan alami yang bersifat antioksidan. Sementara, India mengimpor 68% gambir dari Indonesia dan menggunakannya sebagai bahan campuran menyirih. Gambir juga digunakan sebagai bahan baku industri tekstil dan batik, yaitu sebagai bahan pewarna yang tahan terhadap cahaya matahari (Risfaheri et al., 1993), disamping juga sebagai bahan penyamak kulit agar tidak terjadi pembusukan dan membuat kulit lebih baik (Bachtiar, 1991).  Katekin gambir juga potensial untuk digunakan sebagai anti bakteri Pambayun et al., 2007). Muis et al. (2008) menambahkan bahwa gambir juga potensial digunakan sebagai pestisida nabati.   Pada saat ini katekin gambir sedang dicoba untuk dijadikan bahan perekat industri kayu lapis atau papan partikel.  Produk gambir ini memang masih harus bersaing dengan sumber perekat kayu lainnya seperti kulit kayu Acacia mearusii, kayu Schinopsis balansa, serta kulit polong Caesalpinia spinosa yang dihasilkan di negara lain.  Pada tahun 1983 diproduksi 10.000 ton perekat berbasis tanin Acacia mearusii di Afrika Selatan. 

Adapun tujuan ekspor Gambir ke negara tujuan India, China, Malaysia dan Singapura. Selain untuk bahan baku obat-obatan, komoditas gambir Sumut juga dijadikan bahan baku alat kosmetik. Provinsi Sumatera Barat merupakan produsen terbesar dari komoditi gambir di Indonesia. Hampir 90 persen kebutuhan gambir di Indonesia dihasilkan para petani gambir di Sumatera Barat. Gambir di daerah ini diekspor ke luar negeri. Di antara negara pengimpor utama gambir adalah India, Singapura, Australia, Banglades, Hong­kong, Malaysia, Nepal, Pakis­tan, Taiwan, Jepang, Saudi Arabia, Filipina, dan Thailand. Dalam hal ini juga Perlu peran serta pemerintah dalam pemecahan masalah yang dihadapi petani terutama permodalan untuk mengembangkan usaha gambir termasuk pembelian alat kempa modern. Selain itu perlu dibentuk sistim kelembagaan pengusahaan gambir yang kuat mulai dari petani sampai kepada konsumennya, sehingga petani gambir yang merupakan produsen tingkat pertama dalam pengusahaan gambir dapat ikut merasakan pembagian keuntungan secara adil dari gambir yang dihasilkan.
Gambir / Uncaria lainnya adalah flavonoid (terutama gambiriin), katekin (sampai 51%), zat penyamak (22-50%), serta sejumlah alkaloid (seperti gambirtannin dan turunan dihidro- dan okso-nya.[2] Selain itu gambir dijadikan obat-obatan modern yang diproduksi negara jerman, dan juga sebagai pewarna cat, pakaian.Untuk pangsa pasar internasional gambir Indonesia antara lain Singapura, Pakistan, India, Bangladesh, Taiwan, Korea Selatan, Jepang dan beberapa negara Eropa.  Gambir memiliki volume produksi dan nilai untuk ekspor yang terus meningkat. Gambir adalah komoditas ekspor Indonesia dari sub-sektor perkebunan yang masih diusahakan secara tradisional.

No comments: