Wednesday, April 21, 2010

Potensi Pasar Ekspor Agribisnis Indonesia Ke Tunisia dalam Event Pameran Salon Mediterraneen de I’ Agriculture et des Industries Alimentaires 2010, Sf

Menurut data statistik bahwa nilai perdagangan Indonesia – Tunisia pada bulan Januari - Oktober 2009 mencapai US$ 62.69 juta. Ekspor Indonesia ke Tunisia mencapai US$ 55.168 juta, dan Impor US$ 7.517 juta, sedanglan kinerja Ekspor Indonesia tahun 2009 menurun, mengingat total perdagangan Indonesia -Tunisia tahun 2008 mencapai US$ 122 juta. ekspor Indonesia ke Tunisia pada tahun 2009 adalah Kelapa sawit. Produk tersebut tidak terdapat dalam daftar negara perdagangan Indonesia - Tunisia tahun 2008, namun meningkat pesat tahun 2009 yang mencapai US$ 21.575 juta dan US$ 1.998.338.
Dalam rangka pelaksanaan pameran Salon Mediterraneen de I’ Agriculture et des Industries Alimentaires Sfax International Fair yang dilaksanakan pada 26 – 29 Mei 2010 di Tunisia. Mengamati peluang pasar dari negara Tunisia ini merupakan peluang bagi beberapa komoditi agribisnis Indonesia untuk melakukan ekspansi pasar di wilayah Negara magribi ini. Pemerintah Tunisia mengundang resmi Indonesia agar berperan serta dalam kegiatan pameran ini. Khususnya untuk komoditi unggulan Indonesia yakni Kopi, teh coklat, kelapa sawit, karet, rempah dan yang lainnya memilki daya saing yang tinggi dipasar Tunisia. Adapun ekspor utama dari Tunisia adalah gandum, anggur dan minyak zaitun. Industri utama Tunisia adalah fosfat yang ditambang di Tunisia Selatan, di olah menjadi pupuk berkadar tinggi. Industri ringan utama adalah tekstil dan makanan. Tunisia yang luasnya 164.150 Km2, dengan jumlah penduduki 8,4 juta jiwa. Pertambahan penduduk 1,7%, dengan jumlah anak rata-rata 2,8 dan usia harapan hidup 71 tahun. Penghasilan perkapita US$1400. Para ulama Tunisia berpendapat, ijtihad tetap terbuka. Karena itu para ulama mengeluarkan fatwa sesuai dengan kondisi rakyat Tunisia yang hidup diatas lahan pertanian yang terbatas dan kekayaan alam yang terbatas. Tunisia merupakan negara yang termasuk negara magribi, Adapun yang termasuk dalam negara-negara Maghribi adalah Aljazair, Libya, Maroko, Mesir, Sahara Barat, Tunisia, Sudan dan kadangkala juga Mauritania, Ethiopia, dan Eritrea. Namun menurut definisi secara umum, Maghribi hanya mencakup tiga negara “inti” yang terletak di antara Pegunungan Atlas dan Laut Mediterania, yaitu Maroko, Ajazair dan Tunisia. Pelaku usaha Agribisnis Indonesia harus cermat dan menganalisa dalam memanfaatkan peluang bisnis yang besar di kawasan negara Maghribi. Tunisia merupakan gateaway akses pasar guna memasuki pasar Mediterania, Eropa dan negara di Afrika Utara. (Sumber BPEN Kementerian Perdagangan, KBRI Tunisia, BPS dan others data, data diolah F. Hero K. Purba)

No comments: