Wednesday, October 28, 2009

Tantangan dan Strategi Meminimalisasi Resiko dalam Bisnis

Dalam suatu metode bagi pelaku usaha / businessman dituntut untuk mengidentifikasi segala aktivitas yang melingkupi bisnis. Selanjutnya menaksir kemungkinan maksimum terjadinya kejadian, dan memahami bagaimana merespon kejadian / risiko yang akan terjadi tersebut. Pebisnis juga harus meletakkan pada tempatnya sistem tentang konsekuensi yang akan diterima, yang kemudian memonitor kefektifan pendekatan dan kontrol manajemen risiko yang diambil.
Terdapat kategori-kategori penting yang patut dipertimbangkan pada risiko-risiko bisnis diantaranya adalah: Risiko strategik, sebagai contoh adalah masuknya pesaing ke pasar, Risiko complaince, contohnya pengenalan aturan baru tentang kesehatan dan keamanan produk, Risiko finansial, contohnya tidak dibayar oleh pelanggan atau peningkatan bunga pada pinjaman bisnis, Risiko operasional, contohnya adalah kerusakan atau pencurian perlengkapan kunci. Menurut defenisi konseptual mengenai resiko : (Robert Charette): 1. Resiko berhubungan dengan kejadian di masa yg akan datang.2. Resiko melibatkan perubahan (spt. perubahan pikiran,pendapat, aksi, atau tempat),3. Resiko melibatkan pilihan & ketidakpastian bahwa pilihan itu akan dilakukan. Identifikasi resiko adalah usaha sistematis untuk menentukan ancaman terhadap rencana proyek. Tujuan identifikasi resiko : untuk menghindari resiko bilamana mungkin, serta menghindarinya setiap saat diperlukan. (Berbagai sumber terkait, data diolah oleh Frans Hero K. Purba).

Metode untuk mengidentifikasi resiko adalah menciptakan checklist item resiko. Checklist dapat digunakan pada identifikasi resiko dan berfokus pada beberapa himpunan bagian resiko yang sudah diketahui dan diprediksi dalam sub kategori berikut ini : 1. Ukuran produk;Resiko sehubungan dengan keseluruhan ukuran perangkat lunak yang akan dibangun atau dimodifikasi. Check list item resiko yang berhubungan dengan ukuran produk adalah : Ukuran produk diperkirakan dalam LOC atau FP ?Tingkat kepercayaan dalam estimasi ukuran yang diperkirakan ?Ukuran produk yang diestimasi dalam jumlah program, file dan transaksi ?Presentase deviasi dalam ukuran produk dari rata-rata produk terakhir ?Ukuran database yang dibuat atau digunakan oleh produk ?Jumlah pemakai produk ?Jumlah perubahan yang diproyeksikan ke persyaratan produk ? sebelum penyampaian ? setelah penyampaian ? Jumlah perangkat lunak yang digunakan kembali ?
2. Pengaruh bisnis; Resiko sehubungan dengan batasan yang dibebankan oleh manajemen atau pasar. Check list item resiko yang berhubungan dengan pengaruh bisnis adalah: Pengaruh produk terhadap hasil perusahaan ? Visibilitas produk terhadap manajemen senior ? Kelayakan deadline penyampaian ? Jumlah pelanggan yang akan menggunakan produk dan konsistensi kebutuhan relative mereka dengan produk tersebut ?Jumlah produk/system lain dengan apa produk ini harus dapat saling dioperasikan ?Kepintaran pemakai akhir ? Jumlah dan kualitas dokumentasi produk yang harus diproduksi dan disampaikan kepada pelanggan ? Batasan pemerintahan pada konstruksi produk ? Biaya yang berhubungan dengan penyampaian yang terlambat ? Biaya yang berhubungan dengan produk detektif ? 3. Karakteristik pelanggan:Resiko sehubungan dengan kepintaran pelanggan dan kemampuan pengembang untuk berkomunikasi dengan pelanggan dengan cara yang tepat. Semua pelanggan tidak diciptakan sama. Pressman dan Herron menyatakan bahwa : Pelanggan mempunyai keinginan yang berbeda. Beberapa tahu apa yang mereka inginkan; yang lainnya tahu apa yang tidak mereka inginkan. Banyak pelanggan mau merinci detailnya, sementara yang lain dapat dipuaskan dengan janji-janji kosong.Pelanggan memiliki kepribadian yang berbeda. Beberapa menikmatinya sebagai pelanggan - tekanan, negosiasi, penghargaan psikologis dari suatu produk yang baik. Sementara lainnya tidak ingin menjadi pelanggan sama sekali. Pelanggan juga memiliki hubungan yang bervariasi dengan pemasok mereka. Beberapa mengenali produk dan produser secara baik; yang lainnya mungkin tidak, hanya berkomunikasi dengan produser melalui surat atau korespondensi serta beberapa melalui telepon. Pelanggan juga kadang-kadang bertentangan. Mereka menginginkan semua yang sudah ada kemarin secara gratis. Sering para pelanggan terperangkap di antara kontradisksi di dalam diri mereka sendiri. Dalam kacamata bisnis bagi pelaku usaha banyak salah kaprah memahami tentang keberadaan risiko seperti, risiko bisnis dianggap sama dengan risiko finansial dan dianggap sama pula dengan kerugian. Padahal risiko finansial hanyalah salah satu komponen dari risiko bisnis, selain risiko proyek, risiko operasional, risiko pasar dan risiko yang berkaitan dengan regulasi. Pada intinya proses bermula dari analisa secara akurat baik terhadap lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Hasil analisa kemudian ditindaklanjuti dengan identifikasi dan klasifikasi secara jelas, spesifik, dan menyeluruh dari tiap risiko yang ada, baik dari aspek operasional, pasar, finansial, proyek, maupun regulasi.

No comments: